BONE, NEWSURBAN.ID — Seorang juru parkir (jukir) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dialaminya ke Polres Bone. Terduga pelaku diketahui berinisial IC yang saat itu mengendarai mobil dinas berpelat merah bernomor polisi DW 11 A.
Peristiwa tersebut terjadi di area parkir Toko MR.DIY, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Senin (8/6/2026).
Korban bernama Rudianto (31) mengaku menjadi korban pemukulan saat sedang menjalankan tugas mengatur arus kendaraan yang keluar masuk area parkir.
Ditemui usai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone, Rudianto menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya.
“Awalnya dia mengikuti arahan saya karena lokasi tersebut memang rawan macet, tepat di dekat belokan putar balik. Kemudian saya kembali mengarahkan karena kendaraan diparkir di jalur keluar masuk kendaraan. Tiba-tiba dia keluar dari mobil, marah-marah, lalu memukul saya,” ungkap Rudianto.
Menurutnya, pengemudi mobil Toyota Innova berwarna hitam tersebut tidak hanya melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong, tetapi juga sempat menendang dirinya.
“Pelaku sempat ditahan oleh warga di lokasi, tetapi dia justru ingin memukul warga yang melerai. Dia baru berhenti setelah ada seorang ibu yang turun dari mobil dan menegurnya,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami sejumlah luka dan merasa keberatan atas tindakan yang diterimanya. Setelah menjalani pemeriksaan medis atau visum, ia kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polres Bone.
Laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian dengan nomor LP/350/VI/2026/SPKT/RES BONE tertanggal 8 Juni 2026.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, terduga pelaku disebut-sebut merupakan sopir dari istri seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone. Namun hingga kini identitas pejabat yang dimaksud belum dapat dipastikan.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi dan penelusuran lebih lanjut guna memperoleh informasi yang akurat terkait identitas terduga pelaku maupun dugaan keterkaitannya dengan pejabat yang dimaksud.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terduga pelaku maupun pihak terkait mengenai peristiwa tersebut.(far)
