MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri pembukaan Pelatihan 25 Keterampilan Dasar bagi Kader Posyandu Batch 2 dan Batch 3 yang diselenggarakan Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Posyandu dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer sekaligus memperkuat peran Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan yang memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Sebanyak 100 kader Posyandu dari 14 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa Posyandu saat ini telah mengalami transformasi yang signifikan. Jika sebelumnya berfokus pada pelayanan kesehatan, kini Posyandu menjadi wadah pelayanan terpadu yang mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), dan sosial.
Menurutnya, transformasi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pelayanan Posyandu di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
“Posyandu saat ini memiliki peran yang jauh lebih luas. Karena itu, kader harus terus meningkatkan kapasitas dan keterampilannya agar mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten dan Kota dalam melakukan pembinaan, pemantauan, serta evaluasi secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu.
Menurutnya, keberhasilan transformasi Posyandu tidak hanya bergantung pada kader, tetapi juga membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota diharapkan aktif turun langsung memantau pelaksanaan kegiatan Posyandu serta melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan layanan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, para peserta juga didorong untuk terus menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan layanan Posyandu. Setiap Posyandu diharapkan mampu mengembangkan program dan terobosan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi wilayah masing-masing guna meningkatkan kualitas pelayanan enam bidang SPM.
Selain itu, implementasi layanan enam SPM tidak harus diikuti dengan penambahan jumlah kader secara signifikan. Posyandu dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan memberdayakan kader yang tersedia untuk mendukung layanan di luar bidang kesehatan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan Posyandu di wilayah masing-masing. Hal tersebut mencakup upaya percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan layanan dasar masyarakat melalui pendekatan enam Standar Pelayanan Minimal.
Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu ini menjadi wujud komitmen bersama antara Tim Pembina Posyandu dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Dengan kader yang kompeten, inovatif, dan responsif, Posyandu diharapkan semakin mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang berkualitas, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan keluarga dan masyarakat Sulawesi Selatan yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (*)
