OJK Gandeng TP-PKK Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan, Dorong Kesejahteraan Keluarga

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan perempuan sebagai langkah strategis untuk mendorong kesejahteraan keluarga dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, OJK mengajak Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) berkolaborasi dalam memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam kegiatan edukasi keuangan yang diikuti ribuan perempuan anggota TP-PKK dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 bertema “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” yang digelar di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Friderica menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial sekaligus menjadi pilar utama dalam pengelolaan keuangan keluarga.

“Literasi keuangan bagi perempuan bukan hanya tentang memahami uang, tetapi tentang membangun keluarga yang tangguh, melahirkan generasi yang cerdas finansial, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Friderica, penguatan literasi keuangan perempuan sejalan dengan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) yang menetapkan perempuan sebagai salah satu kelompok prioritas. Hal tersebut karena perempuan memiliki kontribusi besar dalam keluarga, pelaku UMKM, hingga mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan perempuan tidak hanya menjadi agenda edukasi semata, tetapi juga strategi pemberdayaan yang mampu menciptakan keluarga tangguh dan ekonomi yang lebih inklusif.

Perempuan Jadi Kunci Ketahanan Keuangan Keluarga

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran utama dalam mengelola keuangan keluarga dan menjadi kunci ketahanan ekonomi rumah tangga.

“Perempuan, khususnya ibu-ibu PKK, adalah kunci ketahanan keuangan keluarga sekaligus fondasi kesejahteraan masyarakat. Ketika perempuan berdaya secara finansial, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas,” kata Dicky.

Menurutnya, perempuan saat ini bukan hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan perempuan akan memberikan dampak positif yang luas mulai dari keluarga hingga tingkat nasional.

OJK juga mendorong anggota PKK untuk tidak hanya memahami pengelolaan keuangan yang baik, tetapi juga menjadi agen atau duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

TP-PKK Apresiasi Program Edukasi Keuangan OJK

Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian, menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam memberdayakan perempuan melalui program edukasi keuangan yang dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga.

“Literasi keuangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, perempuan menjadi lebih tangguh dalam mengelola keuangan dan terhindar dari praktik keuangan ilegal,” ujarnya.

Tri berharap program edukasi keuangan dapat terus diperluas hingga menjangkau perempuan di berbagai daerah di Indonesia sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata. Ia juga menilai perempuan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyebarkan edukasi pengelolaan keuangan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.

Edukasi Keuangan Diikuti 4.000 Anggota PKK

Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai produk dan layanan jasa keuangan serta kemampuan menyusun perencanaan keuangan keluarga yang sehat dan berkelanjutan.

Selain itu, program ini juga dirancang untuk mendorong perempuan menjadi agen literasi keuangan yang mampu berkontribusi dalam menciptakan keluarga sejahtera dan masyarakat yang lebih stabil di tengah perkembangan ekonomi digital.

Dalam rangkaian acara, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber ahli, yakni Prita Ghozie selaku Principal Consultant dan CEO Zapfinance, serta Vivian Dyah Ayu Retno. Diskusi dipandu Komisaris Utama Bank Jago, Anika Faisal.

Para peserta memperoleh wawasan praktis mengenai pengelolaan aset, pemilihan instrumen investasi yang aman, hingga pemanfaatan teknologi finansial secara cerdas dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini diikuti sekitar 4.000 anggota TP-PKK dari seluruh Indonesia, terdiri dari 1.000 peserta yang hadir langsung dan 3.000 peserta yang mengikuti secara daring.

Melalui program edukasi yang masif dan berkelanjutan, OJK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan keluarga, meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, serta melindungi masyarakat dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Exit mobile version