PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Sulsel, Durasi hingga 4 Jam

MAKASSAR NEWSURBAN.IDย โ€” PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) mengungkap penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu terakhir.

Pemadaman tersebut terjadi akibat berkurangnya pasokan listrik pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan debit air di sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA), terutama akibat musim kemarau, serta adanya pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan.

Kondisi tersebut membuat PLN harus melakukan pengaturan beban atau manajemen beban secara terukur untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan sekaligus mencegah terjadinya gangguan yang lebih luas.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi pasokan listrik adalah penurunan debit air pada pembangkit listrik tenaga air. Musim kemarau menyebabkan ketersediaan air di sejumlah sumber pembangkit mengalami penurunan.

PLTA Bakaru menjadi salah satu pembangkit yang terdampak kondisi tersebut. Berkurangnya debit air menyebabkan kemampuan pembangkit dalam memasok energi listrik ke sistem Sulbagsel ikut menurun.

Selain kondisi pembangkit, PLN juga tengah melakukan pemeliharaan secara periodik terhadap infrastruktur ketenagalistrikan. Pemeliharaan dilakukan pada sisi pembangkit maupun jaringan distribusi sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem dalam jangka panjang.

Di tengah pasokan yang mengalami penurunan, kebutuhan listrik masyarakat tetap tinggi. Karena itu, PLN menerapkan manajemen beban untuk menyeimbangkan antara pasokan dan kebutuhan listrik.

Pengaturan beban dilakukan secara terukur agar sistem kelistrikan tetap aman dan tidak mengalami gangguan yang lebih besar hingga berpotensi menyebabkan pemadaman total.

Durasi Pemadaman

Terkait durasi pemadaman, PLN menyebut pengaturan beban rata-rata ditargetkan berlangsung sekitar dua jam pada setiap wilayah yang terdampak.

Namun, durasi tersebut dapat berbeda di lapangan tergantung kondisi teknis dan proses pemulihan sistem kelistrikan. Pada sejumlah titik, pemadaman dapat berlangsung lebih lama dan mencapai sekitar empat jam.

PLN menegaskan bahwa durasi pemadaman bersifat dinamis. Kondisi tersebut bergantung pada perkembangan sistem serta proses pemulihan dan penormalan jaringan oleh petugas di lapangan.

Dengan demikian, masyarakat diminta memahami bahwa jadwal maupun durasi pemadaman dapat berubah mengikuti kondisi kelistrikan secara real time.

Pemadaman bergilir ini dilakukan sebagai langkah pengamanan sistem agar pasokan listrik tetap terkendali di tengah keterbatasan daya yang tersedia.

PLN juga terus melakukan langkah pemulihan dan pemeliharaan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan.

Bagi masyarakat yang mengalami pemadaman, informasi mengenai kondisi kelistrikan dan perkembangan penormalan dapat dipantau melalui kanal resmi PLN.

โ†‘
Exit mobile version