
BONE, NEWSURBAN.ID — Situasi di Desa Watu, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sempat mencekam setelah puluhan remaja yang diduga datang secara berkelompok menggunakan sepeda motor mendatangi wilayah tersebut pada Jumat (11/9/2026) dini hari.
Kedatangan kelompok remaja tersebut diduga berkaitan dengan aksi penyerangan antarkelompok yang melibatkan penggunaan senjata tajam. Sejumlah warga mengaku melihat beberapa remaja membawa senjata tajam hingga botol yang diduga disiapkan sebagai bom molotov.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, perselisihan tersebut diduga bermula dari aktivitas siaran langsung atau live streaming di media sosial TikTok.
Saat salah satu kelompok remaja melakukan siaran langsung, kelompok lain disebut muncul dalam siaran tersebut. Keduanya kemudian diduga terlibat aksi saling ejek hingga saling menantang untuk berduel.
Perselisihan yang awalnya terjadi di media sosial itu kemudian berlanjut ke dunia nyata. Salah satu kelompok diduga mendatangi wilayah Desa Watu untuk melakukan penyerangan.
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengaku melihat puluhan sepeda motor berdatangan. Beberapa remaja disebut berboncengan hingga tiga orang dan membawa senjata tajam.
“Ramai sekali tadi, Pak. Ada puluhan motor yang berboncengan tiga, bawa sajam dan molotov. Bahkan ada molotov yang sempat dilemparkan oleh mereka, untungnya tidak ada yang kena,” ungkap warga tersebut.
Mendapat laporan dari masyarakat serta informasi melalui layanan Call Center 110, personel gabungan Polres Bone langsung bergerak menuju lokasi.
Tim gabungan yang terdiri atas URC Resmob, Unit Intelkam, Pamapta, dan personel Polsek Barebbo kemudian melakukan pengamanan serta penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Dalam penanganan tersebut, polisi mengamankan enam remaja yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan para remaja tersebut, yakni dua anak busur, dua senjata tajam jenis badik, serta satu botol bekas yang diduga digunakan sebagai bom molotov.
Dua remaja diamankan setelah terjatuh dan ditinggalkan rekan-rekannya di lokasi kejadian. Sebelumnya, petugas telah lebih dahulu mengamankan empat remaja lainnya yang diduga ikut dalam aksi tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan membenarkan adanya sejumlah remaja yang diamankan dalam kejadian tersebut.
“Iya betul, ada beberapa orang yang diamankan beserta barang bukti, dan saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Ananda, Jumat (11/9/2026).
Mantan Kasat Reskrim Polres Pinrang itu mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan secara kepala dingin dan tidak dengan tindakan yang melanggar hukum.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi serta menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum. Percayakan kepada kami untuk melakukan proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Ananda.
Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap keenam remaja yang diamankan. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran masing-masing, mengungkap rangkaian kejadian, serta mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi tersebut.(Farhan)









