MetroNews

BBM Sulit Didapat di Makassar, Antrean Mengular hingga Tengah Malam

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Warga di sejumlah wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan hingga tengah malam.

Pengendara roda empat maupun sepeda motor harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan BBM. Sebagian warga datang sejak pagi, sementara pengendara lain memilih mendatangi SPBU pada malam hingga dini hari untuk menghindari kepadatan.

Antrean panjang terlihat di sejumlah titik, antara lain Jalan Andi Pangeran Pettarani, Bawakaraeng, Perintis Kemerdekaan, Pengayoman, Rappocini, dan Ratulangi. Kondisi serupa juga muncul di sejumlah SPBU lain di Kota Makassar.

Di Jalan Pengayoman, antrean kendaraan mencapai sekitar 130 meter dan mengambil satu lajur jalan. Kondisi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Antrean BBM Mengular hingga Malam

Kepadatan antrean tidak hanya terjadi pada siang hari. Sejumlah pengendara masih terlihat mengantre hingga malam dan dini hari.

Beberapa SPBU juga menghentikan pelayanan sementara ketika stok BBM habis. Petugas kemudian menunggu armada tangki mengirimkan pasokan berikutnya.

Di salah satu SPBU Jalan Bawakaraeng, misalnya, pengelola sempat kehabisan Pertalite. Pelayanan kembali berjalan setelah armada tangki membawa pasokan baru.

Kondisi itu membuat pengendara berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain. Mereka mencari lokasi yang masih menyediakan BBM dan memiliki antrean lebih pendek.

Antrean yang sebelumnya banyak terlihat pada penyaluran Solar kini juga muncul pada Pertalite.

Pertamina mencatat kebutuhan Solar meningkat sekitar 10 hingga 15 persen sejak Juni hingga Agustus 2026. Aktivitas logistik, perubahan disparitas harga, serta indikasi pelangsiran ikut mendorong peningkatan konsumsi tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, pengendara juga menghadapi kepadatan saat membeli Pertalite.

Pertamina Klaim Stok BBM Masih Aman

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan stok BBM di Sulawesi Selatan masih aman dan mencukupi. Pertamina menilai lonjakan permintaan dalam waktu bersamaan ikut memperpanjang antrean di sejumlah SPBU.

Pjs Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan masyarakat meningkatkan pembelian setelah menerima informasi mengenai isu kelangkaan BBM.

“Kalau untuk stok sendiri di kami sampai saat ini dalam kondisi yang aman dan mencukupi,” ujar Okky, seperti dikutip detikSulsel.

Menurut Pertamina, aktivitas logistik, transportasi, dan kegiatan masyarakat ikut meningkatkan konsumsi BBM.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar juga menyebut kebutuhan Solar meningkat sekitar 10 hingga 15 persen.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pertamina menambah alokasi BBM sekitar 10 hingga 15 persen dari rata-rata penyaluran harian di wilayah yang membutuhkan.

Pertamina juga menaikkan penyaluran Pertalite di Sulawesi Selatan sebesar 7,6 persen. Sementara itu, Pertamina meningkatkan penyaluran Solar subsidi sebesar 14,6 persen.

Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU

Pertamina melakukan sejumlah langkah untuk mengurai antrean di SPBU. Perusahaan menyesuaikan distribusi dan mempercepat pengiriman BBM dari Integrated Terminal Makassar.

Pertamina juga menambah pasokan ke SPBU yang mulai kehabisan stok. Di sejumlah lokasi yang mengalami kepadatan, petugas pengatur antrean atau marshall membantu mengarahkan kendaraan ke SPBU lain.

Langkah tersebut bertujuan mengurangi penumpukan kendaraan sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Meski Pertamina memastikan stok secara umum aman, kondisi di lapangan masih menunjukkan antrean panjang. Sejumlah pengendara bahkan datang sejak subuh agar mendapat kepastian pengisian BBM.

Harga BBM Pertamini Tembus Rp18 Ribu per Liter

Sulitnya mendapatkan BBM di SPBU juga mendorong sebagian warga mencari alternatif melalui penjual BBM eceran atau Pertamini.

Di sejumlah titik, harga BBM eceran disebut mencapai sekitar Rp18 ribu per liter. Sementara itu, penjual juga menawarkan BBM dalam kemasan botol dengan harga sekitar Rp25 ribu per botol.

Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga BBM yang masyarakat dapatkan langsung di SPBU. Namun, sebagian pengendara tetap memilih BBM eceran karena membutuhkan bahan bakar dalam kondisi mendesak.

Perbedaan harga tersebut juga menunjukkan dampak langsung antrean panjang terhadap masyarakat. Warga yang tidak ingin menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan BBM.

Pemerintah, Pertamina dan Polisi Ingatkan Warga soal Panic Buying

Pemerintah, Pertamina, dan aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan karena khawatir kehabisan.

Masyarakat juga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan. Pemerintah dan aparat mengingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi mengenai kelangkaan maupun kenaikan harga BBM.

Pertamina juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan untuk disimpan. Menurut Pertamina, lonjakan pembelian dalam waktu bersamaan justru dapat meningkatkan tekanan terhadap distribusi dan memperpanjang antrean.

Aparat kepolisian turut memantau kondisi sejumlah SPBU untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Pengawasan tersebut juga bertujuan mengantisipasi penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Antrean BBM Masih Jadi Keluhan Warga

Kondisi antrean panjang masih menjadi perhatian karena langsung memengaruhi aktivitas masyarakat. Pengguna kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan logistik, hingga pekerja yang bergantung pada BBM ikut merasakan dampaknya.

Sebagian pengendara harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar. Warga juga menghadapi pilihan sulit antara menunggu antrean di SPBU atau membeli BBM eceran dengan harga lebih mahal.

Pertamina berharap penyesuaian distribusi dan tambahan pasokan dapat mengurangi kepadatan di sejumlah SPBU.

Jika pola permintaan kembali normal dan distribusi berjalan lancar, antrean BBM di Makassar diharapkan berangsur berkurang.

Masyarakat juga diminta tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying agar distribusi BBM dapat berjalan lebih lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button