Enam Anggota DPRD Sulsel Kunjungi SPIDI Makkah, Apresiasi Terobosan Pendidikan di Tanah Suci

MAKKAH, ARAB SAUDI, NEWSURBAN.ID — Enam anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari lintas komisi dan fraksi mengunjungi kawasan akomodasi santriwati SPIDI Makkah di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, Rabu (28/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap inovasi pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menimba ilmu secara langsung di Tanah Suci.
Keenam anggota DPRD Sulsel tersebut adalah Heriwawan, Andi Muhammad Anwar Purnomo, A. Aan Nugraha, Andi Syaiful Misbahuddin, A. Putra Batara, dan H. Muhammad.
Dalam kunjungan itu, para legislator memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan SPIDI Makkah Leadership Program, sebuah program pendidikan yang memadukan pembelajaran Al-Qur’an, bahasa Arab, serta pembinaan karakter dan kepemimpinan melalui pengalaman belajar dan tinggal di Makkah.
Ketua Dewan Pembina SPIDI Female Boarding School, Muzayyin Arif, menyampaikan apresiasi atas kunjungan para wakil rakyat Sulawesi Selatan tersebut. Menurutnya, perhatian dari unsur legislatif daerah menjadi dukungan tersendiri bagi pengembangan program pendidikan SPIDI Makkah.
“Alhamdulillah, kehadiran teman-teman anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari lintas komisi dan lintas fraksi menjadi penguatan bagi pelaksanaan kegiatan pendidikan yang telah kami mulai di Kota Suci Makkah,” ujar Muzayyin.
Ia menjelaskan, anggota DPRD memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus menjadi representasi masyarakat Sulawesi Selatan. Karena itu, SPIDI Makkah berkomitmen membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai kalangan, termasuk unsur pemerintahan, untuk mendukung pengembangan inovasi pendidikan tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian teman-teman anggota DPRD yang telah berkunjung. Harapannya, kolaborasi dan kerja sama ini dapat terus diperkuat dari waktu ke waktu,” katanya.
Anggota DPRD Sulsel, Heriwawan, mengapresiasi langkah SPIDI menghadirkan program pendidikan yang memungkinkan para santriwati memperoleh pengalaman belajar secara langsung di Arab Saudi.
Menurutnya, keunggulan program tersebut tidak hanya terletak pada pembelajaran keagamaan, tetapi juga kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal kehidupan sosial masyarakat setempat dan beradaptasi dengan lingkungan berbahasa Arab.
“Alhamdulillah, kami sudah mengunjungi langsung program SPIDI Makkah dan melihat proses pembelajaran yang didapatkan anak-anak santri selama di Makkah,” ujar Heriwawan.
Ia juga menyoroti lokasi fasilitas program yang dinilainya strategis karena berada di kawasan dekat Masjidil Haram.
“Saya kira ini adalah upaya yang baik dari pimpinan SPIDI dan merupakan terobosan yang sangat luar biasa,” katanya.
Heriwawan berharap program pendidikan tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peserta didik pada masa mendatang.
“Kami mengucapkan selamat. Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak anak-anak santri yang mendapatkan kesempatan belajar secara langsung di Makkah,” tuturnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Anwar Purnomo. Ia mengaku bangga setelah melihat langsung kawasan akomodasi santriwati SPIDI Makkah dan memperoleh gambaran mengenai program pendidikan yang dijalankan.
Menurut Anwar, kehadiran SPIDI Makkah merupakan inovasi yang patut diapresiasi, terutama karena mendukung pembentukan akhlak dan penguatan ilmu keagamaan generasi muda.
“Ini suatu terobosan untuk kemajuan pendidikan, terutama dalam pembentukan akhlak anak-anak kita,” ujar Anwar.
Ia menilai kesempatan belajar di Makkah menjadi pengalaman berharga karena para peserta didik dapat mengenal secara langsung lingkungan yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah dan perkembangan peradaban Islam.
Selain aspek pendidikan, Anwar turut memberikan perhatian terhadap fasilitas yang disediakan bagi para santriwati selama mengikuti program tersebut. Ia berharap SPIDI Makkah terus berkembang sehingga semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan menuntut ilmu di Kota Suci.
“Kami sangat bangga melihat SPIDI Makkah yang memfasilitasi anak-anak untuk menuntut ilmu di Kota Suci. Mudah-mudahan semakin banyak anak-anak kita yang mendapatkan kesempatan belajar di Makkah dan SPIDI Makkah semakin maju serta berkembang,” katanya.
Program Pendidikan Dua Setengah Bulan di Makkah
SPIDI Makkah Leadership Program merupakan inovasi pendidikan yang menghadirkan pengalaman belajar dan tinggal di Kota Suci Makkah selama sekitar dua setengah bulan. Sebanyak 35 santriwati mengikuti program yang berfokus pada penguatan Al-Qur’an, penguasaan bahasa Arab, serta pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Selama mengikuti program, para santriwati menjalani pembelajaran bahasa Arab bersama pengajar penutur asli di Institut Al-Qur’an Putri Dar as-Safwah, Makkah.
Proses pendidikan tersebut juga dilengkapi dengan pembiasaan ibadah, penguatan kedisiplinan dan kemandirian, serta kegiatan edukatif yang memanfaatkan lingkungan Kota Suci sebagai bagian dari pengalaman belajar.
Melalui pendekatan tersebut, SPIDI Makkah berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan penguasaan materi akademik, tetapi juga menumbuhkan akhlak, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan internasional.
Kunjungan enam anggota DPRD Sulawesi Selatan menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pengembangan program pendidikan tersebut. SPIDI Makkah berharap komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat terus terjalin untuk memperluas manfaat inovasi pendidikan bagi generasi muda.
Melalui semangat Living & Learning in Saudi Arabia, SPIDI Makkah terus mengembangkan pengalaman pendidikan yang menghubungkan ilmu pengetahuan, pembiasaan ibadah, dan pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari.









