
JAKARTA, NEWSURBAN.ID ā PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi utama daya saing perusahaan melalui Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pada tahun ini, Pertamina mengikutsertakan 419 perwira (karyawan) Pertamina dari berbagai entitas bisnis, sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan insinyur berkelas dunia yang siap menghadapi transformasi industri energi.
Program PSPPI menjadi instrumen penting dalam pengembangan kompetensi teknis, kepemimpinan, dan profesionalisme perwira, sekaligus memperkuat keunggulan operasional bisnis existing Pertamina dan mendorong inovasi pengembangan bisnis baru, termasuk dalam mendukung transisi energi dan pengembangan green energy.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan bahwa Pertamina adalah rumah bagi para insinyur yang telah membangun fondasi ketahanan energi Indonesia selama lebih dari enam dekade. Penguatan kompetensi SDM menjadi strategi utama perusahaan dalam menghadapi transformasi digital dan transisi energi.
āMelalui sinergi Pertamina dengan ITB, kami menyiapkan insinyur yang unggul secara teknis, memiliki daya analisis yang kuat, etika profesional, serta kemampuan adaptif terhadap perubahan,ā ujar Simon pada saat membuka Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung, Kamis (8/1/2026).
Direktur SDM Pertamina Andy Arvianto mengatakan penguatan kompetensi dan pengembangan SDM merupakan kunci keberlanjutan bisnis dan ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi investasi strategis perusahaan di masa depan.
āPengembangan kompetensi melalui pendidikan profesi merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan setiap perwira memiliki akses yang luas terhadap peningkatan kapasitas diri agar tetap relevan, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Dukungan dan kolaborasi dengan PSPPI ITB menjadi bagian penting dari strategi penguatan SDM Pertamina,ā jelas Andy.
Sementara itu Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara menilai program ini sebagai langkah konkret membangun kualitas SDM unggul di sektor energi.
āProgram ini tidak hanya memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, tetapi juga memastikan para insinyur Indonesia memiliki kompetensi teknis kelas dunia, wawasan global, karakter yang kuat, serta menjunjung tinggi etika profesi dan jati diri bangsa,ā ungkapnya.
Program profesi Insinyur kolaborasi Pertamina dan ITB dibuka pada 8 Januari 2026, dan program kerja sama ini berlaku untuk 1 tahun ke depan 2 semester akademik.
Melalui penguatan kompetensi SDM secara berkelanjutan dan kolaborasi strategis dengan akademisi ITB, Pertamina berkomitmen dalam menyiapkan talenta unggul yang adaptif, inovatif dan berdaya saing global. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat transisi energi, serta memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam menghadapi tantangan masa depan industri energi yang terus berkembang. (*)









