News

Perkuat Keamanan Berbasis Masyarakat, Gardu Desa Terbentuk di Tomoni Timur

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID –– Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, memantapkan persiapan pembentukan Gardu Desa (Garda Terdepan Keamanan Desa) yang akan terbentuk di delapan desa di wilayah tersebut.

Pembahasan itu dalam rapat koordinasi yang digelar di Desa Cendana Hitam Timur, Kamis (25/6/2026). Sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan peluncuran program.

Camat Tomoni Timur Yulius menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Polres Luwu Timur yang menggagas pembentukan Gardu Desa sebagai wadah kolaborasi berbagai unsur masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tingkat desa.

Ia bilang kondisi keamanan di Kecamatan Tomoni Timur selama ini relatif kondusif berkat sinergi antara pemerintah. Baik aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda yang secara aktif menjaga kerukunan. Serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan persuasif.

“Kita patut bersyukur saat ini situasi keamanan di Tomoni Timur tetap terjaga dengan baik. Hal itu tidak terlepas dari peran seluruh elemen masyarakat yang terus memberikan edukasi, nasihat. Dan menjadi penyejuk di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar camat.

Baca juga: Luwu Timur Tegaskan Komitmen Wujudkan Desa Bersih dan Sehat

Ia berharap pembentukan Gardu Desa semakin memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat. Sekaligus menjadi ruang kolaborasi dalam mencegah munculnya konflik sosial di tingkat desa.

“Dengan terbentuknya Gardu Desa. Kita berharap suasana aman, damai, dan kondusif semakin kokoh. Ketika keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitas, bekerja. Dan mencari nafkah dengan tenang tanpa dihantui rasa khawatir akibat potensi konflik,” katanya.

Yulius juga meminta seluruh kepala desa segera menindaklanjuti pembentukan struktur Gardu Desa dengan melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh positif di masyarakat.

“Libatkan seluruh pemangku kepentingan di desa, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, maupun unsur lainnya yang mampu menjadi perekat persatuan serta menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Tomoni Timur Ipda Jefir Alang Ramba menyampaikan apresiasi atas kesiapan pemerintah desa dalam mendukung program yang-diinisiasi Kapolres Luwu Timur tersebut.

Menurutnya, pembentukan Gardu Desa merupakan bagian dari strategi penguatan keamanan berbasis partisipasi masyarakat sehingga berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan lebih cepat melalui pendekatan dialog dan musyawarah.

Baca juga: DPK Lutim Gelar Pembinaan, Perkuat Pengelolaan Arsip Desa

“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen seluruh kepala desa beserta jajarannya. Saat ini kita tinggal menunggu jadwal peluncuran untuk Kecamatan Tomoni Timur. Yang terpenting, seluruh desa segera melengkapi struktur kepengurusan Gardu Desa agar program ini dapat segera berjalan,” kata Jefir.

Ia menjelaskan, keberadaan Gardu Desa diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi konflik sekaligus menjadi mediator ketika terjadi perselisihan di tengah masyarakat.

“Apabila muncul potensi konflik. Baik antar warga, antar dusun, maupun antar kelompok. Gardu Desa mampu mengambil peran sebagai jembatan komunikasi dan memfasilitasi proses mediasi.  Sehingga persoalan dapat terselesaikan secara damai sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.

Rapat tersebut hadir Kapolsek Tomoni Timur Ipda Jefir Alang Ramba, para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Hadir Pula tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua Karang Taruna, serta anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button