LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID – Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Kali ini sejumlah serikat buruh di sorowako, melakukan hal berbeda dari tahun kemarin.
Hal ini terlihat di tepi Danau Matano Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, serikat buruh melakukan aksi nyata dengan cara menanam bibit pohon sepanjang pesisir pantai danau terdalam di Indonesia dan Asia Tenggara ini.
Aksi itu juga terlibat pemuda, hingga perwakilan organisasi masyarakat bahu-membahu menggali tanah, menanam, dan menyiram. Tak ada sekat, tak ada perbedaan.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi luas, mulai dari FKPAS, BUMDes Desa Nickel, SPBI PT Vale, Jakam, FSPBI Lutim, Karang Taruna Towuti, LSM Aspirasi, Pemuda Pancasila, Tambora Street, hingga Amji RI.
Baca juga:Â Peringatan May Day 2026, Munafri-Aliyah Ramaikan Fun Walk Serikat Buruh dan Pekerja
“Danau Matano bukan hanya bentang alam yang indah. Tetapi sumber kehidupan bagi masyarakat. Mulai airnya, dari lahannya, banyak yang bergantung. Menjaganya berarti menjaga masa depan,” ujar Ketua FKPAS, Manshur Malaki, Minggu (03/04/2026).
Sinergi ini menjadi bukti bahwa semangat May Day bisa menjadi gerakan kolektif untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Katanya, aksi ini bukan sekadar simbolis. Menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini turut didampingi pihak eksternal PT Vale Indonesia. Salah satu perwakilannya, Abdul Rauf Dewang, ikut turun langsung menanam bersama peserta lainnya di kawasan pertanian Desa Nickel.
Momen ini menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia menjelma menjadi pesan kuat bahwa perjuangan buruh tidak hanya soal upah dan kesejahteraan, tetapi juga tentang keberlanjutan lingkungan tempat mereka hidup dan bekerja.
Baca juga:Â Dorong Danau Matano Jadi Destinasi Unggulan, Pemkab Luwu Timur Perjuangkan RTP Sumasang di Kementerian PU
Harapan pun disuarakan. Masyarakat Sorowako ingin agar pemerintah, PT Vale, serta perusahaan lainnya terus memperkuat kolaborasi dengan warga. Dukungan terhadap program pertanian berkelanjutan dan penghijauan pesisir dinilai menjadi langkah konkret menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.
May Day di Sorowako tahun ini membuktikan satu hal: bahwa perubahan tidak hanya lahir dari teriakan, tetapi juga dari tindakan. Tangan-tangan yang menanam, tumbuh harapan bahwa generasi mendatang masih bisa menikmati jernihnya Danau Matano dan suburnya tanah yang di wariskan di Bumi Batara Guru ini. (*)









