
MAKASSAR, NEWSURBAN.ID ā Film drama religi Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026. Film garapan sutradara Jay Sukmo ini mengangkat kisah reflektif tentang perjuangan seorang ibu tunggal yang tetap teguh memegang iman di tengah beratnya ujian hidup demi masa depan anaknya.
Film ini dibintangi sejumlah aktor ternama, di antaranya Revalina S. Temat, Gunawan Sudrajat, Megan Domani, Annisa Kaila, Roy Sungkono, hingga Ustadzah Shofwatunnida. Produksi film berada di bawah arahan Robert Ronny dan Prima Taufik sebagai produser, dengan Andi Boediman sebagai produser eksekutif.
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? merupakan hasil kolaborasi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment bersama Astro Shaw dari Malaysia, serta didukung sejumlah mitra industri perfilman.
Usai mengikuti screening di XXI Trans Studio Mall Makassar, Sekretaris Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Fatimah Kadir, menilai film ini menyuguhkan pesan spiritual yang kuat dan relevan, khususnya bagi perempuan.
āFilm ini mengajarkan bahwa Tuhan selalu ada. Kesabaran dan usaha adalah kunci. Film ini sangat bagus untuk perempuan-perempuan Indonesia,ā ujar Fatimah, Minggu (18/1/2026).
Ia juga menilai film tersebut mendorong perempuan untuk lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. āKita harus bisa bekerja dan mandiri, karena kita tidak pernah tahu seperti apa takdir hidup ke depan,ā katanya.
Sementara itu, Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Ricky Satria, menyebut alur cerita film ini sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.
āFilm ini menggambarkan perjuangan dari bawah, dibalut dengan cerita religius yang kuat. Sangat realistis dan menyentuh,ā ujarnya.
Ricky mengaku terharu saat menyaksikan film tersebut. āSaya sampai menangis. Film ini sangat cocok ditonton menjelang Ramadan karena nilai-nilai keagamaannya terasa kuat,ā tuturnya.
Dengan cerita emosional dan pesan keimanan yang mendalam, Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? diharapkan menjadi tontonan inspiratif bagi masyarakat Indonesia di awal tahun 2026.









