EkonomiNewsSulsel

Ekonomi Sulsel 2025 Tumbuh 5,43 Persen, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mengumumkan, ekonomi Sulsel tumbuh sebesar 5,43 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), tertinggi sejak pandemi Covid-19.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Rilis Profil Kemiskinan, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk, Keadaan Ketenagakerjaan, dan Pertumbuhan Ekonomi 2025, bersama Kepala BPS Provinsi Sulsel, yang digelar Kamis, 5 Februari 2026.

Pertumbuhan ekonomi 2025 ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,02 persen. BPS mencatat, pada Triwulan IV-2025, ekonomi Sulsel tumbuh 5,99 persen secara year-on-year, meskipun secara triwulanan mengalami kontraksi 0,42 persen (quarter-to-quarter/q-to-q).

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan pada 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp753,08 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp417,63 triliun.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Sulsel didorong oleh sektor Jasa Lainnya yang tumbuh 10,80 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 8,87 persen, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang tumbuh 7,79 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, kinerja ekonomi Sulsel ditopang oleh ekspor barang dan jasa yang tumbuh 5,85 persen, serta konsumsi rumah tangga sebesar 4,69 persen. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 4,45 persen, mencerminkan aktivitas investasi yang tetap terjaga.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsul S., ST, menyebut capaian ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah di tengah tekanan ekonomi global yang tinggi dan tidak menentu.

“Di tengah kondisi dan tekanan ekonomi global yang tinggi dan tak menentu, berbagai program dan kebijakan strategis Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, terus diimplementasikan,” ujar Syamsul.

Ia menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting penggerak ekonomi daerah.

“Peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya terus dipacu untuk mendorong produktivitas berbagai lapangan usaha di Sulawesi Selatan,” lanjutnya.

BPS menilai, meskipun ekonomi Sulsel pada Triwulan IV-2025 mengalami kontraksi secara q-to-q, sejumlah sektor tetap menunjukkan kinerja positif dan menjadi modal penting bagi penguatan ekonomi daerah ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button