
PALU, NEWSURBAN.ID – Kegiatan Deteksi Dini dan Pelayanan Konseling bertajuk pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah (Disnakertrans Sulteng), di ruang pertemuan Disnakertrans Sulteng, Rabu (8/4).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Disnakertrans Sulteng, Dony K Budjang, didampingi Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial, M. Mirza Lesnusa.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan perusahaan se-Sulawesi Tengah. Hadir pula Sekretaris Dinas Nakertrans Sulteng Firdaus Abd. Karim, Ketua KSBSI Karlan Mewakili Ketua Apindo Zainal Muttaqin.
Ketua panitia kegiatan, Mirza Lesnusa, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pelaku hubungan industrial. Baik dari unsur perusahaan maupun pekerja, terkait mekanisme pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial secara efektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah komunikasi dan konsultasi bagi para pihak dalam mengantisipasi serta menyelesaikan berbagai potensi konflik ketenagakerjaan sejak dini. Sehingga dapat tercipta hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Plt Kepala Disnakertrans Sulteng menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi perselisihan hubungan industrial.
Menurutnya, langkah preventif melalui dialog dan konseling merupakan kunci utama dalam meminimalisir konflik yang dapat berdampak pada stabilitas dunia usaha maupun kesejahteraan pekerja.
Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, pengusaha, maupun pekerja, untuk terus memperkuat sinergi dan membangun komunikasi yang konstruktif. Dengan demikian, setiap permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat tanpa harus berlanjut ke proses hukum.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta iklim ketenagakerjaan yang kondusif serta hubungan industrial yang semakin baik di Provinsi Sulawesi Tengah. (*)









