BONE, NEWSURBAN.ID – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, meresmikan pengaspalan jalan di Dusun Nyappareng, Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (11/6/2026). Bagi masyarakat setempat, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Selama ini, warga Dusun Nyappareng harus beraktivitas dengan kondisi jalan yang rusak dan belum pernah tersentuh aspal. Kini, harapan yang selama bertahun-tahun dinantikan akhirnya terwujud melalui pembangunan yang direalisasikan Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin.
Peresmian jalan berlangsung meriah. Ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut. Kehadiran Bupati Bone disambut hangat melalui tarian adat Padduppa, iringan majelis taklim, serta antusiasme masyarakat yang merasa pembangunan akhirnya hadir di wilayah mereka.
Kepala Desa Selli, Sultan, mengaku bersyukur atas terealisasinya pembangunan jalan yang selama ini menjadi impian masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jalan mencakup ruas sepanjang satu kilometer di Dusun Nyappareng dan dua kilometer di Kampung Barru. Infrastruktur tersebut diyakini akan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
-
Keroyok Seorang Anggota Polri Ditempat Umum Enam Pemuda Diringkus Tim Resmob Polres Bone BONE–Satuan Reserse Kriminal Sat Reskrim Polres Bone berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang anggota Polri yang terjadi di kawasan Lapangan Merdeka, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Enam pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut diamankan Tim Resmob Satreskrim Polres Bone pada Senin malam sekitar pukul 21.30 Wita. Saat ini, seluruh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bone. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, membenarkan pengungkapan kasus para pelaku tersebut. “Iya benar, kami telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. Saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satreskrim Polres Bone,” ujar AKP Alvin saat ditemui di Mapolres Bone, Selasa 14/7/2026. Lanjut Alvin, berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa pengeroyokan terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 01.00 Wita di kawasan kuliner Lapangan Merdeka Bone. Korban diketahui berinisial MF (23), seorang anggota Polri yang berdomisili di Desa Tanah Batue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Saat itu korban tengah duduk bersama rekannya sambil menikmati makanan di salah satu lapak kuliner. Namun situasi berubah ketika salah seorang terduga pelaku diduga memukul tangan teman korban yang sedang makan. Dimana insiden tersebut memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Korban kemudian berusaha melerai dan meredam ketegangan agar keributan tidak meluas. Namun upaya tersebut justru berujung pada aksi pengeroyokan. Polisi menyebut korban diduga dipukul dan ditendang secara bersama-sama oleh para pelaku hingga mengalami sejumlah luka. Akibat kejadian itu, korban mengalami bengkak pada wajah sebelah kiri, memar di tangan kanan, serta luka bengkak di bagian kepala. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bone. Menindaklanjuti laporan korban, Unit Resmob Satreskrim Polres Bone yang dipimpin Kanit Resmob AIPTU Tahir bergerak melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Dalam pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam aksi penganiayaan terhadap korban. Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita tiga unit telepon genggam Android yang diduga berkaitan dengan penyelidikan perkara. Menurut AKP Alvin, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2026 yang digelar Polres Bone untuk menekan aksi premanisme dan tindak kriminal di wilayah hukumnya. “Saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Alvin Aji Kurniawan. Sementara itu, Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan. Menurutnya, setiap permasalahan sebaiknya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan. Apabila terjadi permasalahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan tindak pidana. “Layanan Call Center 110 selalu siap melayani masyarakat selama 24 jam, ketika terjadi adanya keributan dan hal lainnya,” ungkap Rayendra Muhctar. Farhan Enam Pemuda Diringkus Usai Diduga Keroyok Anggota Polri di Lapangan Merdeka Bone BONE – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang anggota Polri yang terjadi di kawasan kuliner Lapangan Merdeka, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sebanyak enam pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut diamankan Tim Resmob Satreskrim Polres Bone pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 21.30 Wita. Saat ini, seluruh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bone. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. “Iya benar, kami telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. Saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satreskrim Polres Bone,” ujar AKP Alvin saat ditemui di Mapolres Bone, Selasa (14/7/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa pengeroyokan terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 01.00 Wita di kawasan kuliner Lapangan Merdeka Bone. Korban berinisial MF (23), seorang anggota Polri yang berdomisili di Desa Tanah Batue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Saat kejadian, korban sedang duduk bersama rekannya sambil menikmati makanan di salah satu lapak kuliner. Insiden bermula ketika salah seorang terduga pelaku diduga memukul tangan teman korban yang sedang makan. Peristiwa tersebut memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Korban kemudian berusaha melerai dan meredam ketegangan agar keributan tidak meluas. Namun, upaya tersebut justru berujung pada aksi pengeroyokan. Polisi menyebut korban diduga dipukul dan ditendang secara bersama-sama hingga mengalami sejumlah luka, di antaranya bengkak pada wajah sebelah kiri, memar di tangan kanan, serta luka bengkak di bagian kepala. Atas kejadian itu, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bone. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Bone yang dipimpin Kanit Resmob AIPTU Tahir segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan. Dalam pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam aksi penganiayaan terhadap korban. Polisi juga menyita tiga unit telepon genggam Android yang diduga berkaitan dengan penyelidikan perkara. AKP Alvin mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2026 yang digelar Polres Bone untuk menekan aksi premanisme dan tindak kriminal di wilayah hukumnya. “Saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya. Sementara itu, Kasi Humas Polres Bone, IPTU Rayendra Muhtar, mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan. Menurutnya, setiap permasalahan sebaiknya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan. Apabila terjadi permasalahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan tindak pidana. “Layanan Call Center 110 selalu siap melayani masyarakat selama 24 jam ketika terjadi keributan maupun situasi yang membutuhkan kehadiran polisi,” tutup Rayendra.
14 Juli 2026
-
-
-
“Ini merupakan kebahagiaan besar bagi kami. Jalan yang selama ini kami dambakan akhirnya terwujud. Yang membuat kami terharu, pembangunan ini bukan sekadar janji kampanye. Setelah terpilih, Bapak Bupati justru datang membawa bukti nyata untuk masyarakat Desa Selli,” ujar Sultan.
Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan di Desa Selli merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Kabupaten Bone.
Ia mengatakan, Desa Selli menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena selama ini belum pernah menikmati infrastruktur jalan beraspal yang memadai.
“Selama ini masyarakat Desa Selli telah menjalankan kewajibannya sebagai warga negara, termasuk membayar pajak. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan,” katanya.
Menurut Andi Asman, tidak boleh ada lagi wilayah yang tertinggal dalam pembangunan. Infrastruktur jalan bukan hanya berkaitan dengan kemudahan transportasi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jalan yang baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian, membuka akses ekonomi, memperlancar pelayanan kesehatan, hingga mendukung dunia pendidikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone juga membawa kabar gembira bagi masyarakat Desa Selli. Setelah menyelesaikan pengaspalan sepanjang satu kilometer di Dusun Nyappareng, pemerintah daerah berencana melanjutkan pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer pada tahap berikutnya.
“Kalau hari ini satu kilometer sudah selesai, insya Allah akan kita lanjutkan lagi 1,5 kilometer,” ungkapnya disambut tepuk tangan warga.
Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, Andi Asman juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menekan angka stunting dan memastikan tidak ada lagi anak-anak Bone yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Pembangunan jalan harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia. Anak-anak kita harus sekolah, harus sehat, dan harus memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Bagi masyarakat Desa Selli, peresmian jalan di Dusun Nyappareng bukan sekadar bertambahnya ruas jalan beraspal. Pembangunan tersebut menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat serta bukti nyata bahwa pembangunan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini berada di pinggiran perhatian.
Setelah puluhan tahun menanti, roda pembangunan akhirnya benar-benar tiba di Desa Selli, membawa harapan baru bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat.(farhan)