SMPN 6 dan SMPN 3 Makassar Jadi Magnet Pendaftar SPMB 2026, Tim Verifikasi Diperkuat

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – SMP Negeri 6 Makassar dan SMP Negeri 3 Makassar kembali menjadi sekolah tujuan utama dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Tingginya minat masyarakat mendorong kedua sekolah memperkuat tim verifikasi agar seluruh tahapan seleksi berjalan cepat, akurat, dan transparan.
Proses verifikasi tersebut turut dipantau langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mengunjungi kedua sekolah pada Rabu (17/6/2026).
Kepala SMPN 6 Makassar, Andi Mindarwati, mengatakan jumlah pendaftar tahun ini meningkat signifikan, terutama pada jalur prestasi. Menurutnya, tingginya animo masyarakat menunjukkan kepercayaan terhadap sistem seleksi yang memberikan kesempatan sama bagi seluruh calon peserta didik.
“Untuk tahun 2026 ini memang pendaftarnya sangat banyak, khususnya pada jalur prestasi. Semua anak memiliki peluang yang sama untuk masuk di SMPN 6 sehingga jumlah pendaftar meningkat cukup signifikan,” ujarnya.
Lonjakan pendaftar sempat menyebabkan antrean pada proses verifikasi dokumen karena setiap berkas harus diperiksa secara teliti sesuai ketentuan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar dengan menambah jumlah petugas verifikasi.
“Awalnya verifikator kami hanya tujuh orang. Karena jumlah pendaftar sangat banyak, kami menambah tiga verifikator lagi sehingga total menjadi 10 orang. Langkah ini dilakukan agar proses verifikasi berjalan lebih lancar dan cepat,” jelasnya.
Penambahan personel tersebut dinilai efektif mempercepat validasi dokumen. Hingga hari terakhir pendaftaran, lebih dari 400 berkas telah berhasil diverifikasi dan masuk ke dalam sistem perangkingan.
“Alhamdulillah kendala yang sempat terjadi sudah bisa kami atasi. Saat ini sudah lebih dari 400 berkas tervalidasi dan masuk dalam sistem perangkingan sehingga orang tua dapat melihat posisi anaknya secara langsung,” katanya.
Data pada hari terakhir pendaftaran menunjukkan jumlah pendaftar jalur non-domisili di SMPN 6 mencapai 578 orang yang berasal dari jalur prestasi akademik, prestasi non-akademik, afirmasi, dan mutasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 474 berkas telah tervalidasi, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi maupun validasi akhir.
“Insya Allah tidak sampai larut malam semua proses verifikasi bisa kami tuntaskan sehingga seluruh siswa yang mendaftar dapat tervalidasi dan mengetahui posisi mereka dalam perangkingan,” ujarnya.
Andi Mindarwati menjelaskan proses verifikasi membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap dokumen harus sesuai dengan petunjuk teknis. Apabila ditemukan kekurangan, pihak sekolah langsung menghubungi orang tua agar segera melakukan perbaikan.
“Kami berusaha membantu masyarakat apabila ada kesalahan atau kekurangan dokumen karena tidak semua orang tua memahami mana berkas yang valid dan mana yang perlu diperbaiki,” tuturnya.
Untuk mendukung kelancaran pendaftaran, SMPN 6 juga menyiagakan tim Help Desk yang memberikan pendampingan kepada masyarakat, mulai dari kendala login, proses pendaftaran daring, hingga konsultasi persyaratan administrasi.
Menurutnya, jumlah masyarakat yang datang langsung ke sekolah tahun ini jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sosialisasi yang masif melalui berbagai platform digital.
“Pengetahuan masyarakat tahun ini jauh lebih baik karena sosialisasi sudah berjalan maksimal. Kami juga membagikan video panduan dan informasi melalui paguyuban orang tua sehingga mereka bisa mempelajari proses pendaftaran secara mandiri,” katanya.
Pada SPMB 2026, SMPN 6 juga memperoleh kebijakan khusus berupa penambahan kuota jalur prestasi akademik menjadi 35 persen dari total daya tampung. Kebijakan tersebut diberikan karena sekolah berada di kawasan tengah Kota Makassar sehingga dinilai perlu memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa berprestasi dari berbagai wilayah.
Tahun ajaran ini SMPN 6 menerima 352 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar. Kuota jalur non-domisili terdiri atas 88 kursi prestasi akademik, 35 kursi prestasi non-akademik, 70 kursi afirmasi, dan 18 kursi mutasi.
“Jumlah siswa yang diterima tetap sama, yakni 352 siswa. Yang berbeda hanya komposisi kuota pada jalur prestasi yang mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, verifikasi paling detail dilakukan pada jalur prestasi non-akademik. Selain sertifikat, peserta juga wajib melampirkan surat keputusan penetapan juara dari penyelenggara yang diketahui organisasi induk terkait.
“Misalnya juara renang, harus jelas siapa penyelenggaranya, tingkat kejuaraannya apakah kota, provinsi atau nasional, dan ada penetapan juaranya. Semua data itu harus diverifikasi agar akurat,” terangnya.
Menurutnya, ketentuan tersebut diterapkan untuk menjaga transparansi serta mencegah penggunaan dokumen yang tidak sesuai.
“Verifikator harus benar-benar jeli. Aturan ini dibuat untuk menjaga akurasi data dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses penerimaan siswa baru,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Makassar, Drs. Kaswadi, menyampaikan seluruh data pendaftar dapat diakses dan diverifikasi dengan baik. Kendala yang masih ditemukan umumnya hanya terkait kelengkapan dokumen calon peserta didik.
“Hari ini adalah hari ketiga penerimaan siswa baru di SMP Negeri 3 Makassar. Alhamdulillah semua data pendaftar bisa kami akses dan lakukan verifikasi. Hanya ada beberapa pendaftar yang masih menunggu karena dokumen yang dilampirkan belum lengkap,” katanya.
Kaswadi mengatakan proses verifikasi di SMPN 3 didukung jaringan internet yang stabil. Sekolah menyiapkan lima verifikator utama dan tiga verifikator cadangan yang bekerja secara bergantian hingga malam hari untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar.
“Alhamdulillah jaringan kami sangat stabil dan lancar, sehingga tidak ada kendala berarti. Tim bekerja secara bergantian sampai malam hari. Kami menyiapkan lima verifikator dan tiga orang cadangan apabila terjadi lonjakan pendaftar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan jumlah pendaftar biasanya meningkat tajam saat jalur domisili dibuka. Bahkan, jumlah pendaftar pernah menembus lebih dari 2.000 orang.
“Prinsip kami adalah pelayanan tidak boleh berhenti. Jika ada verifikator yang beristirahat, tidak dilakukan secara bersamaan sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.
Terkait jalur mutasi, Kaswadi menilai jumlah pendaftar yang masih sedikit merupakan hal yang wajar karena persyaratannya sangat ketat dan wajib dibuktikan dengan surat pindah tugas orang tua atau wali.
“Jalur mutasi tidak bisa direkayasa, harus dibuktikan dengan surat keterangan pindah tugas. Jika dokumen itu tidak ada, tentu tidak bisa diproses. Masyarakat tampaknya sudah memahami aturan tersebut sehingga jumlah pendaftarnya memang tidak banyak,” tuturnya.
Ia berharap seluruh tahapan verifikasi dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga proses seleksi hingga pengumuman hasil SPMB 2026 berlangsung tepat waktu.
“Kami berharap seluruh tahapan verifikasi dapat diselesaikan tepat waktu sehingga proses seleksi dan pengumuman hasil SPMB 2026 dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar,” tutupnya.









