BisnisEkonomiNasionalNews

OJK Perkuat Program Akselerasi Startup untuk Dorong Inovasi Keuangan Digital Berdaya Saing Global

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengembangan program akselerasi perusahaan rintisan (startup) sebagai upaya mendorong lahirnya inovasi sektor keuangan yang terpercaya, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi mempercepat pengembangan ekonomi digital nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Accelerating the Next Generation of Innovators yang digelar di Pusat Inovasi OJK (OJK Infinity), Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut Adi, OJK mendorong pengembangan startup yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian nasional melalui kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

“OJK ingin Indonesia menjadi center of excellence untuk digital finance dan digital economy. Untuk mencapainya, kita harus membangun kolaborasi yang kuat antara regulator, industri, pemerintah, akademisi, investor, dan para inovator dalam satu ekosistem yang mampu menciptakan nilai bagi perekonomian nasional,” ujar Adi.

Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital dunia. Selain didukung pasar domestik yang luas, Indonesia juga memiliki talenta digital yang kreatif serta ekosistem inovasi yang terus berkembang.

Namun demikian, Adi menegaskan bahwa daya saing ekonomi digital tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan masyarakat.

“Dalam ekonomi digital, trust is the ultimate currency. Karena itu, inovasi tidak cukup hanya unggul secara teknologi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.

Adi menjelaskan, peran OJK dalam mendorong inovasi sektor jasa keuangan merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026.

Selain menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan pelindungan konsumen, OJK juga berperan aktif dalam mendorong pengembangan sektor jasa keuangan agar memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menekankan pentingnya transformasi digital sebagai syarat utama meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia.

“Kalau kita ingin maju, kita tidak punya pilihan selain melakukan transformasi dan beradaptasi dengan teknologi baru. Ke depan, ekonomi akan semakin digerakkan oleh pertukaran data, sehingga teknologi digital menjadi fondasi penting bagi daya saing Indonesia,” ujarnya.

Dua Program Akselerasi Startup

Sebagai bagian dari pengembangan Pusat Inovasi OJK (OJK Infinity), OJK meluncurkan dua program akselerasi sepanjang 2026 yang menjadi bagian dari innovation pipeline, mulai dari tahap pengembangan ide, pendampingan, regulatory sandbox, hingga implementasi.

Program pertama adalah OJK Fintech Startup Accelerator yang diselenggarakan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital. Program ini difokuskan pada startup yang mengembangkan inovasi teknologi di sektor jasa keuangan, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), fraud detection, embedded finance, tokenisasi aset dunia nyata, platform koperasi digital, platform Environmental, Social, and Governance (ESG), hingga berbagai solusi teknologi keuangan lainnya.

Sementara itu, program kedua adalah OJK Infinity Accelerator yang dikembangkan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Program ini berfokus pada inovasi berbasis kekayaan intelektual, meliputi tokenisasi kekayaan intelektual, pemanfaatan Web3, Non-Fungible Token (NFT), digital licensing, serta pembiayaan berbasis kekayaan intelektual untuk mendukung industri ekonomi kreatif nasional.

Melalui kedua program tersebut, peserta memperoleh pendampingan komprehensif mulai dari business diagnosis, market validation, product strategy, financial modelling, regulatory clinic, hingga mentoring intensif. Saat ini seluruh peserta telah memasuki tahap mentoring sebagai persiapan menuju Demo Day.

FGD bertajuk Accelerating the Next Generation of Innovators juga menjadi wadah kolaborasi antara startup peserta program dengan regulator, investor, akademisi, asosiasi, dan praktisi industri untuk berbagi pengalaman dalam membangun perusahaan yang bertumbuh, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sekaligus mantan Co-Founder Tokopedia, Vikra Ijas selaku CEO Kitabisa dan Sekretaris Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, Wasis Gunarto selaku CEO Kopitiam Oey dan Head of Blockchain Asosiasi Blockchain Indonesia, serta Irsan Ramzee dari BlockDevId dan BitGo APAC.

Melalui program akselerasi dan forum kolaborasi tersebut, OJK berharap semakin banyak inovasi sektor jasa keuangan digital yang berkembang secara sehat, menerapkan tata kelola yang baik, mematuhi regulasi, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara regulator, industri, pemerintah, akademisi, dan investor diharapkan menjadi fondasi lahirnya startup Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button