MetroNewsPendidikan

Boarding Athirah Bukit Baruga Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, 300 Siswa Dibekali Penanganan Darurat

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Boarding Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga sukses menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk pertama kalinya sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/7/2026) ini diikuti oleh 300 siswa Boarding Athirah Bukit Baruga.

Pelatihan menghadirkan narasumber, Dr. dr. Umar Usman, M.Ked.Klin., Sp.BTKV., Subsp.T(K), FIATCVS, seorang Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (Bedah Jantung dan Pembuluh Darah). Para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung mengenai penanganan kondisi darurat, khususnya kasus henti jantung dan henti napas.

Kepala Boarding Athirah Bukit Baruga, Rahmat Nawir, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelatihan ini menjadi program perdana yang bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik dan pembinaan karakter Islami, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kemampuan memberikan pertolongan pertama.

“Pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini merupakan program perdana yang sangat penting bagi seluruh siswa. Kami ingin membangun budaya tanggap darurat di lingkungan asrama, sehingga setiap siswa memiliki keberanian, kepedulian, dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan,” ujar Rahmat.

Siswa Boarding Athirah Bukit Baruga mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk membangun kepedulian, keberanian, dan keterampilan menghadapi situasi darurat.

Dalam pemaparannya, Dr. Umar Usman menjelaskan bahwa Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan tindakan pertolongan pertama yang sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan seseorang yang mengalami henti jantung maupun henti napas. Penanganan yang cepat dan tepat pada menit-menit pertama sangat menentukan keberhasilan penyelamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan tanda-tanda henti jantung dan henti napas, langkah memastikan keamanan lokasi, cara meminta bantuan, teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang benar, hingga pengenalan penggunaan Automated External Defibrillator (AED).

Selain mendapatkan materi teori, para siswa juga mengikuti sesi praktik menggunakan manekin untuk mempelajari teknik kompresi dada, pembukaan jalan napas, serta simulasi penanganan korban secara langsung. Kegiatan berlangsung interaktif dengan pendampingan narasumber sehingga peserta dapat memahami teknik Bantuan Hidup Dasar sesuai standar.

Salah seorang peserta, Abyaz Fidi Ramadhan Firmansyah, siswa SMP kelas VII Boarding Athirah Bukit Baruga, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut.

“Materi pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini yang dijelaskan dokter sangat mudah dipahami dan praktiknya juga menyenangkan. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi, karena ilmunya sangat penting, bukan hanya untuk di sekolah, tetapi juga bisa digunakan untuk membantu keluarga dan masyarakat saat terjadi emergency,” ungkapnya.

Melalui pelatihan perdana ini, Boarding Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga berharap seluruh siswa memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman pada kondisi kegawatdaruratan.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Boarding Athirah untuk menghadirkan lingkungan asrama yang sehat, aman, dan tanggap darurat melalui penyelenggaraan pelatihan kesehatan dan keselamatan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button