
JENEPONTO, NEWSURBAN.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui kolaborasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Sinergi tersebut dilaksanakan di Desa Balangloe, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, 9 September 2026, dengan menyasar masyarakat pesisir dan nelayan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang aman, mudah, terjangkau, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
OJK Dorong Nelayan Kelola Keuangan secara Bijak
Asisten Direktur OJK Sulsel Sulbar, Mushadi Nurali, yang mewakili Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, menyampaikan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat pesisir, termasuk nelayan dan pelaku usaha, perlu membangun kebiasaan keuangan yang sehat.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, membangun dana darurat, serta memilih dan menggunakan produk maupun layanan jasa keuangan sesuai kemampuan dan kebutuhan.
“Peningkatan literasi keuangan tidak hanya mengenai bagaimana masyarakat dapat mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, memahami manfaat dan risikonya, serta terlindungi dari berbagai bentuk penipuan dan investasi ilegal,” ujar Mushadi.
Pemahaman tersebut dinilai penting bagi masyarakat nelayan karena pengelolaan keuangan menjadi salah satu bagian yang mendukung keberlanjutan usaha dan pemanfaatan hasil pendapatan secara lebih optimal.
Penguatan Kapasitas Nelayan Tidak Hanya soal Produksi
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jeneponto, Abd. Rajab Gaus, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sinergi OJK melalui program EKI dan KNMP.
Menurutnya, pengembangan kawasan nelayan tidak cukup hanya dilakukan melalui dukungan terhadap produksi dan sarana prasarana perikanan.
Peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola hasil usaha dan keuangan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi yang dilakukan OJK melalui program EKI dan KNMP. Masyarakat nelayan tidak hanya perlu didorong untuk meningkatkan produksi dan pendapatan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan dan mengembangkan hasil usahanya. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat dapat memanfaatkan akses keuangan secara bijak, produktif, dan terhindar dari berbagai praktik investasi ilegal,” kata Abd. Rajab Gaus.
Sinergi antara EKI dan KNMP diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Penguatan literasi keuangan menjadi salah satu bagian penting agar peningkatan pendapatan masyarakat dapat dikelola secara optimal dan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.
Nelayan Diingatkan Waspadai Investasi Ilegal
Dalam kegiatan tersebut, OJK juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat atau menawarkan imbal hasil yang tidak wajar.
Masyarakat diminta menerapkan prinsip Legal dan Logis (2L) sebelum menggunakan maupun berinvestasi pada suatu produk atau layanan keuangan.
Prinsip Legal dilakukan dengan memastikan pihak yang menawarkan produk atau kegiatan investasi memiliki izin dari otoritas yang berwenang.
Sementara prinsip Logis dilakukan dengan mencermati kewajaran imbal hasil yang ditawarkan dengan mempertimbangkan risiko investasi.
Masyarakat juga diimbau tidak memberikan data pribadi maupun melakukan transfer dana sebelum memastikan legalitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan investasi.
Langkah tersebut menjadi penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban berbagai aktivitas keuangan ilegal yang dapat menimbulkan kerugian.
EKI dan KNMP Perkuat Ekosistem Keuangan di Desa
Sinergi program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Balangloe merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem keuangan inklusif di tingkat desa.
Melalui kolaborasi tersebut, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat terhubung dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan.
Edukasi dan akses terhadap layanan keuangan juga diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir.
Bagi masyarakat nelayan, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat menjadi bekal dalam mengelola pendapatan dari usaha, menyusun kebutuhan rumah tangga, serta mengembangkan kegiatan ekonomi secara lebih terencana.
OJK Dorong Masyarakat Manfaatkan Layanan Konsumen
OJK juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kanal informasi dan layanan konsumen OJK apabila menemukan atau menerima penawaran investasi yang mencurigakan.
Pengecekan sebelum mengambil keputusan keuangan dinilai penting untuk memastikan masyarakat tidak terjebak dalam aktivitas yang ilegal.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama dalam meningkatkan perlindungan masyarakat dan memperkuat kepercayaan terhadap sektor jasa keuangan.
Melalui edukasi yang dilakukan langsung di tengah masyarakat, OJK berkomitmen memperluas jangkauan literasi keuangan hingga ke wilayah perdesaan dan pesisir.
Kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat terus diperkuat.
Dengan demikian, masyarakat pesisir dan nelayan diharapkan semakin cakap dalam mengelola keuangan, memiliki akses terhadap layanan keuangan yang sesuai kebutuhan, mampu mengembangkan kegiatan ekonomi, serta lebih terlindungi dari risiko aktivitas keuangan ilegal.









