News

Luwu Timur Gelar Rapat Pembentukan Tim Koordinasi Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Pemerintah Luwu Timur menggelar rapat pembentukan Tim Koordinasi Daerah dalam Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis serta Penyakit Infeksius Baru. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat BPBD pada Jumat (17/04/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut Kementerian Dalam Negeri Nomor yang menekankan pentingnya penguatan upaya pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksius baru di daerah secara efektif dan efisien.

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Ramadhan Pirade, menyampaikan bahwa pembentukan tim koordinasi ini penting sebagai langkah strategis dalam menghadapi potensi ancaman penyakit yang berasal dari hewan (zoonosis). Maupun penyakit infeksius baru yang dapat berdampak luas pada masyarakat.

Baca juga: Objek Wisata Pantai Ujung Suso Luwu Timur Ramai Pengunjung, Wabup Puspawati Ajak Jaga Keselamatan

Tim yang dibentuk nantinya terdiri dari berbagai unsur, mulai dari pengarah, pelaksana, sekretariat, hingga tim respon cepat dan kelompok kerja surveilans terpadu.

Keberadaan tim ini mengharapkan  mampu meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan kasus zoonosis di daerah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menyampaikan bahwa setelah Surat Keputusan (SK) Tim Koordinasi Daerah terbentuk.

“Output yang diharapkan adalah data-data yang di sepakati bersama dan dihimpun oleh BPBD selaku sekretariat. Selanjutnya, data tersebut dapat diusulkan kepada Bapperida terkait kebutuhan penambahan anggaran, khususnya untuk vaksinasi hewan, mengingat banyaknya kasus yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Polres dan BPBD Siap Kolaborasi Penanggulangan Bencana di Lutim

Selain itu, pemerintah daerah juga di dorong untuk mengoptimalkan alokasi anggaran. Serta memasukkan program pencegahan dan pengendalian zoonosis ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Rapat ini hadir sejumlah perangkat daerah. Antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta unsur terkait lainnya.

Keterlibatan lintas sektor ini menjadi kunci dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap ancaman penyakit yang berpotensi menjadi wabah.

Dengan adanya pembentukan Tim Koordinasi Daerah ini, mengharapkan Kabupaten Luwu Timur dapat lebih siap dalam menghadapi dan mengendalikan risiko zoonosi. Serta penyakit infeksius baru demi menjaga kesehatan masyarakat dan stabilitas daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button