
BONE, NEWSURBAN.ID – Peristiwa penganiayaan yang berujung penikaman terjadi di Jalan Petta Ponggawae, Kelurahan Palattae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 18.40 WITA.
Insiden tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Salah seorang korban bahkan terpaksa dirujuk ke RSUD Tenriawaru Bone akibat mengalami sejumlah luka tusuk senjata tajam.
Kedua korban diketahui bernama Muh Ansar (29), warga Jalan Petta Ponggawae, Kelurahan Palattae, dan Junardi (50), warga Jalan Swadaya, Kelurahan Palattae, Kecamatan Kahu.
Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika Muh Ansar mendatangi rumah Junardi. Namun saat itu ia hanya bertemu dengan tetangga Junardi karena yang bersangkutan tidak berada di rumah.
Setelah mengetahui dirinya dicari, Junardi kemudian mendatangi lokasi tempat Muh Ansar berada. Pertemuan keduanya berujung pada keributan yang diduga dipicu persoalan lama dan kesalahpahaman yang sebelumnya pernah terjadi.
“Pertemuan keduanya berujung pada aksi penganiayaan terhadap Junardi yang diduga dipicu persoalan lama dan kesalahpahaman yang sebelumnya pernah terjadi. Di tengah insiden tersebut datang seorang pria yang identitasnya masih dalam penyelidikan dan langsung melakukan penikaman terhadap Muh Ansar,” ujar Rayendra.
Akibat penikaman tersebut, Muh Ansar mengalami luka robek pada lengan kiri bagian bawah, punggung kanan, ketiak, dan dada kiri. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kahu sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Tenriawaru Bone untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, Junardi mengalami sejumlah luka memar akibat benturan benda tumpul pada bagian wajah dan pinggang serta luka lecet pada lutut. Ia menjalani perawatan di Puskesmas Kahu.
Situasi sempat memanas saat proses rujukan Muh Ansar ke rumah sakit. Informasi yang dihimpun kepolisian menyebutkan adanya massa dari kelompok yang berseberangan dengan korban berkumpul di sekitar Puskesmas Kahu sehingga dikhawatirkan memicu bentrokan susulan.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, Polsek Kahu mendapat bantuan personel dari Polsek Patimpeng, Polsek Kajuara, dan Polsek Bontocani. Selain itu, personel Unit IV Sat Intelkam Polres Bone yang dipimpin Kanit IV AIPTU Andi Ashar juga diterjunkan ke lokasi.
“Setelah dilakukan koordinasi dan pendekatan dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat, korban Muh Ansar akhirnya berhasil dirujuk ke RSUD Tenriawaru Bone dengan pengawalan personel kepolisian. Sementara anggota lainnya tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan,” kata Rayendra.
Muh Ansar diberangkatkan menggunakan ambulans menuju RSUD Tenriawaru Bone dan tiba sekitar pukul 02.05 WITA untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Hingga saat ini, pelaku penikaman masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sementara itu, Polsek Kahu terus melakukan pemantauan dan siaga di sekitar kediaman korban guna mengantisipasi gangguan keamanan maupun kemungkinan aksi balasan dari pihak-pihak yang terlibat.
Pihak kepolisian mengimbau keluarga korban dan masyarakat untuk menahan diri serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. (far)









