LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Agung Malili, Sabtu (21/03/2026). Diiringi lantunan takbir yang menggema, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama keluarga turut menunaikan ibadah bersama ratusan masyarakat.
Momentum sakral ini juga dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Dr. Ramadhan Pirade, jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam mengajak seluruh umat untuk kembali pada makna sejati Idulfitri sebagai momentum penyucian diri dan mempererat persaudaraan.
“Di hari yang fitri ini, kita diingatkan kembali pada esensi penciptaan manusia, yakni kesucian hati dan kejernihan niat. Ini adalah momen untuk saling memaafkan dan menyadari bahwa kesempurnaan hanya milik Allah, sementara memperbaiki diri adalah kewajiban kita,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Ramadan telah menjadi madrasah yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, di mana setiap individu dituntut untuk memberi manfaat bagi sesama serta menumbuhkan empati dalam kehidupan sosial.
-
Keroyok Seorang Anggota Polri Ditempat Umum Enam Pemuda Diringkus Tim Resmob Polres Bone BONE–Satuan Reserse Kriminal Sat Reskrim Polres Bone berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang anggota Polri yang terjadi di kawasan Lapangan Merdeka, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Enam pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut diamankan Tim Resmob Satreskrim Polres Bone pada Senin malam sekitar pukul 21.30 Wita. Saat ini, seluruh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bone. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, membenarkan pengungkapan kasus para pelaku tersebut. “Iya benar, kami telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. Saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satreskrim Polres Bone,” ujar AKP Alvin saat ditemui di Mapolres Bone, Selasa 14/7/2026. Lanjut Alvin, berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa pengeroyokan terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 01.00 Wita di kawasan kuliner Lapangan Merdeka Bone. Korban diketahui berinisial MF (23), seorang anggota Polri yang berdomisili di Desa Tanah Batue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Saat itu korban tengah duduk bersama rekannya sambil menikmati makanan di salah satu lapak kuliner. Namun situasi berubah ketika salah seorang terduga pelaku diduga memukul tangan teman korban yang sedang makan. Dimana insiden tersebut memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Korban kemudian berusaha melerai dan meredam ketegangan agar keributan tidak meluas. Namun upaya tersebut justru berujung pada aksi pengeroyokan. Polisi menyebut korban diduga dipukul dan ditendang secara bersama-sama oleh para pelaku hingga mengalami sejumlah luka. Akibat kejadian itu, korban mengalami bengkak pada wajah sebelah kiri, memar di tangan kanan, serta luka bengkak di bagian kepala. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bone. Menindaklanjuti laporan korban, Unit Resmob Satreskrim Polres Bone yang dipimpin Kanit Resmob AIPTU Tahir bergerak melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Dalam pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam aksi penganiayaan terhadap korban. Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita tiga unit telepon genggam Android yang diduga berkaitan dengan penyelidikan perkara. Menurut AKP Alvin, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2026 yang digelar Polres Bone untuk menekan aksi premanisme dan tindak kriminal di wilayah hukumnya. “Saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Alvin Aji Kurniawan. Sementara itu, Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan. Menurutnya, setiap permasalahan sebaiknya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan. Apabila terjadi permasalahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan tindak pidana. “Layanan Call Center 110 selalu siap melayani masyarakat selama 24 jam, ketika terjadi adanya keributan dan hal lainnya,” ungkap Rayendra Muhctar. Farhan Enam Pemuda Diringkus Usai Diduga Keroyok Anggota Polri di Lapangan Merdeka Bone BONE – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang anggota Polri yang terjadi di kawasan kuliner Lapangan Merdeka, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sebanyak enam pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut diamankan Tim Resmob Satreskrim Polres Bone pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 21.30 Wita. Saat ini, seluruh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bone. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. “Iya benar, kami telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. Saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satreskrim Polres Bone,” ujar AKP Alvin saat ditemui di Mapolres Bone, Selasa (14/7/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa pengeroyokan terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 01.00 Wita di kawasan kuliner Lapangan Merdeka Bone. Korban berinisial MF (23), seorang anggota Polri yang berdomisili di Desa Tanah Batue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Saat kejadian, korban sedang duduk bersama rekannya sambil menikmati makanan di salah satu lapak kuliner. Insiden bermula ketika salah seorang terduga pelaku diduga memukul tangan teman korban yang sedang makan. Peristiwa tersebut memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Korban kemudian berusaha melerai dan meredam ketegangan agar keributan tidak meluas. Namun, upaya tersebut justru berujung pada aksi pengeroyokan. Polisi menyebut korban diduga dipukul dan ditendang secara bersama-sama hingga mengalami sejumlah luka, di antaranya bengkak pada wajah sebelah kiri, memar di tangan kanan, serta luka bengkak di bagian kepala. Atas kejadian itu, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bone. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Bone yang dipimpin Kanit Resmob AIPTU Tahir segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan. Dalam pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam aksi penganiayaan terhadap korban. Polisi juga menyita tiga unit telepon genggam Android yang diduga berkaitan dengan penyelidikan perkara. AKP Alvin mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2026 yang digelar Polres Bone untuk menekan aksi premanisme dan tindak kriminal di wilayah hukumnya. “Saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya. Sementara itu, Kasi Humas Polres Bone, IPTU Rayendra Muhtar, mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan. Menurutnya, setiap permasalahan sebaiknya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan. Apabila terjadi permasalahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan tindak pidana. “Layanan Call Center 110 selalu siap melayani masyarakat selama 24 jam ketika terjadi keributan maupun situasi yang membutuhkan kehadiran polisi,” tutup Rayendra.
14 Juli 2026
-
-
-
Menurutnya, nilai-nilai spiritual tersebut harus ditransformasikan menjadi energi dalam pembangunan daerah. Pembangunan, kata dia, bukan sekadar proses fisik, melainkan bentuk ibadah sosial demi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Bupati Irwan juga memaparkan capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan di Luwu Timur berhasil ditekan dari 6,55 persen pada 2024 menjadi 5,79 persen di tahun 2025. Sementara tingkat pengangguran turun dari 4,58 persen menjadi 3,70 persen.
Di tengah tantangan global, pertumbuhan ekonomi daerah juga mengalami peningkatan dari 3,27 persen menjadi 3,70 persen. Bahkan, capaian RPJMD disebut melampaui target yang telah ditetapkan.
“Ini adalah bukti bahwa kerja yang dilandasi keikhlasan dan amanah akan selalu dimudahkan oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Di antaranya melalui pemberian beasiswa hingga jenjang magister, bantuan seragam gratis, bus sekolah, serta layanan kesehatan gratis.
Memasuki pasca-Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga akan menggulirkan sejumlah program prioritas, seperti Program Pejuang Subuh bagi pelajar, program Satu Desa Satu Ambulans melalui CSR perusahaan sebagai bagian dari Garda Sehat, bantuan operasional petugas keagamaan, program wisata religi, perluasan santunan lansia, hingga pembangunan infrastruktur strategis.
Beberapa proyek infrastruktur yang menjadi perhatian antara lain pembangunan jalur dua dari Tugu Bundaran Desa Atue hingga ruas Malili–Sorowako, serta rencana pembangunan RSUD Tipe B di Malili tahun ini.
“Seluruh program ini kami rancang agar memberikan kemudahan akses dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kabupaten Luwu Timur.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.
Pelaksanaan Shalat Idulfitri kali ini dipimpin oleh Ustadz Sahrun, S.Pd.I. sebagai imam, dengan H. Syamsu Alam Ahmad, SE. sebagai pembawa tata cara Shalat Ied, serta khutbah disampaikan oleh Ustadz Azhar B., S.Ag.
Usai pelaksanaan Shalat Id, Bupati Irwan menggelar open house di kediaman pribadinya, sementara Wakil Bupati juga membuka rumah jabatan untuk masyarakat, sebagai ajang silaturahmi dalam suasana penuh kehangatan Idul Fitri. (*)