
LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID β Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan (TKPOM) Kabupaten Luwu Timur melakukan pengawasan terpadu (razia) selama 11 hari berturut-turut di seluruh kecamatan, termasuk hari ini Wasuponda, Kamis (12/3).
βTim gabungan yang terdiri dari Dinkes, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Disdagkop UKMP, DPMPTSP, Diskominfo-SP, Bapperida, Satpol PP, dan BPOM Palopo, langsung sidak kios dan toko retail untuk mengcek tanggal kadaluarsa obat, makanan, kosmetik, serta memastikan keamanan produk yang beredar di masyarakat.
βKepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Adnan, menjelaskan bahwa, tujuan sidak ini adalah menjaga masyarakat dari barang tak layak jual oleh produsen.
ββTim inspeksi lapangan pastikan warga terhindar dari produk tak aman dan tak bermutu, sekaligus tingkatkan kesadaran pedagang patuh regulasi,β ujar dr. Adnan saat dikonfirmasi.
βdr. Adnan menambahkan, pengecekan langsung ke pasar dan retail modern dapat menjadikan masyarakat lebih peduli soal produk yang dikonsumsi di rumah tangga mereka.
βDalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Suhelmi menyimpulkan bahwa cek Klik menjadi hal krusial bagi pemilik toko maupun konsumen.
ββBerdasarkan hasil pengawasan tim di 11 Kecamatan, masih ditemukan beberapa makanan dan minuman kadaluarsa sehingga perlu bagi produsen dan konsumen untuk melakukan cek klik (cek kemasan label, izin dan kadaluarsa) demi melindungi masyarakat dari potensi dari bahaya konsumsi produk pangan yang tidak aman,β terang Suhelmi.
βSalah satu pemilik toko di Pasar Wasuponda, Jusman, berjanji akan lebih berhati-hati dalam menjual produk ke konsumen.
ββKami akan rutin cek tanggal kadaluarsa produk sebelum jual ke konsumen,β katanya.
βKegiatan penegasan obat dan makanan yang diakhiri di Kecamatan Wasuponda ini menunjukkan komitmen pemda tingkatkan kualitas obat, makanan, dan kosmetik layak jual. Tim juga evaluasi temuan untuk perbaikan, sekaligus mengedukasi pedagang dan masyarakat terkait pentingnya keamanan produk. (*)









