NewsNusantaraSulsel
Trending

Tutup Akses Jalan Umum, Warga Kecam Pengembang Perumahan BTN Coppoleang

BONE, NEWSURBAN.ID — Sejumlah warga mengecam Pengembang perumahan BTN Coppoleang karena menutup akses jalan umum. Kecaman datang dari warga di Lingkungan Coppoleang, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.

Mereka merasa-dirugikan dengan adanya penutupan akses jalan pengembang perumahan BTN Coppoleang. Pasalnya, warga dan beberapa petani yang bermukin di sekitar lokasi itu, sudah tidak ada akses jalan keluar untuk melakukan aktivitas.

Baca Juga: Kerap Terjadi Kecelakaan, Warga Bone Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak dan Belumpur

Heru, salah seorang pemilik kos di area itu mengaku di rugikan atas penutupan jalan itu. Dengan penutupan jalan itu, tidak ada lagi akses jalan bagi warga untuk keluar dari lingkungan tersebut untuk beraktivitas.

“Bagaimana caranya orang mau tinggal di dalam kalau jalan kami di tutup oleh developer. Sebelumnya jalan itu, menjadi jalan umum dan merupakan fasilitas umum,” ungkapnya Minggu (17//2022).

Baca Juga: Kecewa, Warga Bone Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlumpur

Heru minta jalan itu, tidak-ditutup karena akses jalan umum yang sering-dilalui oleh warga yang bermukim di dalam.

“Memang pemerintah sudah memberikan izin perumahan. Tetapi pengembang tetap memperhatikan situasi dan kondisi warga yang tinggal di Lingkungan itu. Termasuk jalan umum,” kata Heru.

Baca Juga: Jalan Membungkuk, Pria Disabilitas di Bone Keliling Jajakan Dagangan Demi Menghidupi Keluarga

Senada dengan Heru, Hamdan salah satu pemilik sawah yang ada di wilayah tersebut juga mengecam. Hamdan juga meminta pengembang tidak seenaknya menutup jalan tanpa persetujuan warga.

“Kalau begini bagaimana caranya orang mau beraktivitas kalau jalan kami-ditutup. Dan cuma ini jalan satu-satunya untuk keluar dari Lingkungan ini,” jelasnya.

Baca Juga:MOU dengan BPJS Kesehatan, Kadin Bone Siap Jadi Garda Terdepan Pelaku UMKM

Lanjut Hamdan mengatakan jika saat ini keluarganya tidak bisa lagi beraktifitas untuk ke sawah karena persoalan ini.

“Saya harap pemerintah atau pihak terkait untuk segera mencari solusi terbaik. Agar masalah ini tidak semakin membesar. Sehingga warga Lingkungan Coppoleang bisa kembali beraktivitas malalui fasilitas jalan umum itu,” kata Hamdan. (fan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button