NewsNusantaraSulsel

Permainan Kelompok Istri Kades-Lurah di Bulukumba Seru

BULUKUMBA, NEWSURBAN.ID ‚ÄĒ Melalui permainan kelompok, Dewan Kerajinan Tangan Nasional (Dekranasda) Bulukumba terus memompa kebersamaan dan soliditas ibu-ibu istri kepala desa, lurah, camat maupun kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Setelah zikir bersama di Aula Cafe Amaly Sinjai dan menikmati malam minggu di kafe milik Bupati Bulukumba itu, esok paginya di tempat yang sama, ibu-ibu istri kepala desa melakukan senam dan kegiatan outbound.

Istri Kepala Desa Bontominasa Kecamatan Bulukumpa, Lili mengaku senang bisa ikut kegiatan Dekranasda Bulukumba. Sebab, kegiatan ini sangat mengedukasi.

Baca Juga: Dekranasda Bulukumba Gelar Zikir Akhir Tahun

“Senang banget, kita bisa saling kenal satu sama lain. Permaianannya juga sangat seru. Luar biasa, mengajarkan kita untuk lebih kompak,” ujarnya.

Istri Kepala Desa Bontomasila Kecamatan Gantarang, Andi Erlita memuji terobosan Dekranasda Bulukumba, yang menghadirkan ibu-ibu dalam satu tempat untuk saling berbagi keceriaan.

“Ini sangat bagus. Sangat jarang kita bisa berkumpul seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, istri Lurah Terang-terang Kecamatan Ujung Bulu Ina Ariani ikut menyampaikan rasa syukur bisa berkumpul dengan istri-istri Lurah dan Kepala Desa lainnya. Momen ini, katanya, bisa menjadi ajang untuk memantapkan hati dan pikiran.

Baca Juga: Lapas Bulukumba Kembangkan Pembuatan Batu Bata Merah, Tingkatkan Produktivitas WBP

“Alhamdulillah seru sekali. Misal permainan kelompok memasukkan bola, itu harus kompak dan kerja tim. Kemudian, melatih pikiran dan kesabaran kita,” katanya.

Ia berharap kegiatan yang digagas oleh Dekranasda Bulukumba ini, dapat kontinyu di masa-masa mendatang. Sehingga, bisa semakin mempererat tali silaturahmi.

“Jadi permainan kelompok tadi kan, tidak selamanya kita gabung satu kecamatan. Tapi, kita juga bergabung dengan kecamatan lain. Artinya, kita semakin akrab,” ujar Ina Ariani.

Di akhir, Dekranasda Bulukumba bagi-bagi doorprize bagi peserta yang ikut games-games kelompok. Setelah itu, desa dan kelurahan menampilkan produk kerajinan tangan dan UMKM-nya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button