NewsSulsel

78 Tahun Merdeka, Warga di Luwu Utara Masih Ada Belum Nikmati Aliran Listrik  

LUWU UTARA, NEWSURBAN.ID  – Warga Dusun Salu Paku, Desa Tandung, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, harus hidup dalam keterbatasan fasilitas negara. Mereka belum menikmati infrastruktur yang cukup memadai.

Di usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 tahun ini, mereka seakan belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Moyaritas warga di sana hanya mengandalkan pertanian padi sawah dan perkebunan untuk menyambung hidupnya. Warga bermukim berada di balik perbukitan yang membuat akses mereka terganjal untuk mengangkut dan mempromosikan hasil bumi.

Untuk sampai di Dusun Salu Paku terletak di sebelah barat Desa Tandung, harus melewati pinggiran gunung sejauh 4 kilometer. Lebar jalan hanya 1 hingga 1,5 meter, disamping itu terdapat jurang yang cukup dalam.

Setidaknya, sekitar 1328 jiwa yang berada di Dusun Salu Paku belum teraliri perusahaan listrik negara (PLN). Warga hanya mengandalkan listrik tenaga mikro hidro atau turbin yang dikelola secara swadaya.

Baca juga: Banjir Landa Luwu Utara, Warga Berlarian Keluar Rumah

Turbin itu-dibangun pada tahun 2012 atau sudah 11 tahun lamanya, selama ini yang supli listrik ke rumah-rumah warga. Walaupun penggunaannya cukup terbatas. Untuk satu rumah tangga dibatasi 3 balon lampu ditambah 1 unit televisi.

“Kalau lebih dari itu daya akan berkurang atau redup. Waktu pemakaiannya hanya mulai jam 06.00 sore hingga pukul 07.00 pagi,” kata Rusman warga Dusun Salu Paku saat dikonfirmasi, Minggu 13 Agustus 2023.

Rusman mengaku, seringkali mengalami kendala dengan menggunakan listrik mikro hydro, ketika dipemusim hujan seperti Terutama saat terjadi banjir, hingga listrik tiba-tiba padam.

Menurutnya, keberadaan Dusun Salu Paku berada di aliran Sungai Rongkong. Secara geografis daerah itu memiliki curah hujan tinggi. Kalau banjir datang banyak tumpuhkan kayu dan lumpur menutupi saluran air yang menggerakkan turbin.

“Mau tidak mau, kami harus membersihkan terlebih dahulu. Kendala itu, kami lakukan dalam kondisi hujan deras. Namun jika tidak memungkinkan kami menunggu sampai besok,” terang Rusman.

Turbin Rusak Warga Andalkan Obor Sebagai Penerangan

Kepala Dusun Salu Paku, Ika Susiani kerap mengeluh saat tengah beraktivitas, namun lampu tiba-tiba redup atau padam. Ia mengaku, turbin tersebut pernah rusak selama satu bulan. Mau tidak mau, warga hanya mengandalkan obor sebagai penerangan.

“Kami di sini tidak seperti orang-orang di luar sana. Listrik kami di sini hanya berharap aliran air. Pernah rusak selama satu bulan, jadi kami di sini hanya menggunakan obor kembali seperti tahun 70an,” ungkap Ika.

Warga berharap pemerintah membangun jaringan listrik PLN. Agar kehidupan mereka nyaman dan setara dengan warga lainnya yang memiliki fasilitas memadai.

Baca juga: 23 Tahun Luwu Utara, Gubernur Andi Sudirman Berikan Benih Gratis Unggul Untuk Lahan Pertanian 1000 Hektare

“Kami sangat mengharapkan pemerintah untuk membangun jaringan listrik PLN di dusun kami. Karena listrik yang kami andalkan di sini terbatas terutama saat musim kemarau. Kalau debit airnya kurang, maka lampu hanya menyala redup bahkan tidak menyala sama sekali,” tutur Ika.

Keterbatasan infrastruktur di Dusun Salu Paku, Desa Tandung terutama listrik PLN dan jalan telah-diusahakan pemerintah desa melalui beberapa kali pembahasan.  Namun hal itu belum juga terealisasi sampai sekarang ini.

Kepala Desa Tandung, Hisbullah menambahkan, listrik dan jalan merupakan program yang paling dinanti warga. Keluhan itu, sering kali menjadi pembahasan.

Kata Hisbullah, namun pemerintah daerah berdalih jaringan listrik bisa masuk, jikalau akses jalan sudah membaik.

“Kami berharap kepada pemerintah, supaya kedua permasalahan yang-dihadapi warga bisa di selesaikan dengan baik. Terutama akses jalan supaya memudahkan masuk listrik, karena memang jalan di sini masih setapak. Walaupun motor bisa melintas tapi sebatas itu saja. Selain itu masih banyak pepohonan,” pintanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button