MetroMunafri ArifuddinNews

Silaturahmi Ramadan dengan Purna Bhakti, Wali Kota Appi Serap Masukan Senior untuk Pembangunan Makassar

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan silaturahmi Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama antara Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan para purna bhakti Pemerintah Kota Makassar.

Kegiatan tersebut berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (16/3/2026). Turut hadir Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, serta para mantan pejabat dan aparatur sipil negara yang telah memasuki masa purna tugas di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, Munafri memanfaatkan momentum tersebut untuk meminta nasihat, pandangan, serta berbagai masukan dari para pamong senior yang memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk memperkuat ukhuwah sekaligus menjaga kesinambungan pemikiran dalam pembangunan Kota Makassar.

“Pada kesempatan hari ini, saya berharap bukan hanya membangun silaturahmi, tetapi juga memperkuat ukhuwah untuk kota kita tercinta,” ujar Munafri.

Ia menilai pengalaman para purna bhakti menjadi bekal berharga bagi pemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

“Di tengah perkembangan zaman yang semakin maju tentu membutuhkan banyak masukan dan pengalaman berharga yang dimiliki para purna bakti dari lingkup Pemerintah Kota Makassar,” tambahnya.

Munafri menegaskan bahwa komunikasi dengan para senior pemerintahan akan terus dijaga karena banyak pelajaran penting yang dapat menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan yang baik.

“Karena itu kami tidak berhenti untuk terus berkomunikasi. Banyak hal yang bisa menjadi landasan dalam menjalankan kegiatan pemerintahan, terutama bagaimana menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik di Kota Makassar,” jelasnya.

Menurutnya, silaturahmi dengan para purna bhakti merupakan bentuk kewajiban moral pemerintah. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada daerah tidak berhenti hanya karena seseorang telah memasuki masa pensiun.

“Ini bukan sekadar acara, tapi kewajiban. Kalau dalam salat mungkin seperti fardhu kifayah. Tidak boleh ada hubungan yang terputus,” ungkapnya.

Munafri juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang dihadapi pemerintah kota, baik dalam konteks nasional maupun lokal, yang membutuhkan pemikiran matang dan langkah strategis.

Ia menyebutkan bahwa dalam satu tahun terakhir berbagai indikator pembangunan Kota Makassar menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi kota tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan, angka stunting mengalami penurunan, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat.

“Alhamdulillah, satu tahun ini kita lewati dengan sangat baik. Hampir seluruh indikator naik secara signifikan. Pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari nasional maupun provinsi, angka kemiskinan turun, stunting juga menurun, dan IPM terus meningkat,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian statistik bukanlah tujuan utama pembangunan, melainkan hanya gambaran umum arah kebijakan pemerintah.

Menurutnya, yang lebih penting adalah dampak nyata pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang lebih penting adalah bagaimana lorong-lorong di Kota Makassar tidak lagi banjir ketika hujan, dan masyarakat tidak lagi harus mengungsi saat banjir datang,” katanya.

Munafri menambahkan bahwa orientasi pembangunan pemerintah kota tidak hanya berfokus pada tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), tetapi juga memastikan setiap kebijakan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Yang kita inginkan bukan hanya good governance, tetapi bagaimana kebijakan dan program pemerintah benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah kota yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok pekerja rentan.

Saat ini sekitar 81.000 masyarakat Kota Makassar telah mendapatkan perlindungan melalui program jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian.

Namun menurutnya, perlindungan tersebut masih perlu diperkuat. Karena itu, tahun ini pemerintah kota menambahkan program jaminan hari tua bagi sekitar 41.000 pekerja rentan dan pekerja keagamaan yang dibiayai melalui APBD.

“Karena jaminan kematian dan keselamatan kerja hanya berlaku saat terjadi kecelakaan. Maka tahun ini sekitar 41.000 masyarakat kami berikan jaminan hari tua melalui APBD,” jelasnya.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada tenaga kesehatan dan tenaga pengajar, khususnya yang bertugas di wilayah kepulauan Kota Makassar.

Pemerintah kota telah menyusun skema penambahan insentif bagi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik di wilayah tersebut agar kesejahteraan mereka lebih terjamin.

“Perhatian kepada tenaga kesehatan dan tenaga pengajar, khususnya di pulau-pulau, kami susun sedemikian rupa agar benar-benar memberikan dampak langsung dan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut diakhiri dengan dialog santai antara wali kota dan para pamong senior yang turut menyampaikan berbagai pandangan serta pengalaman mereka dalam membangun Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button