
MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Makassar resmi meluncurkan Program Beasiswa Jalur Kerja Sama bagi anak-anak pedagang pasar.
Program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pasar tradisional.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan keluarga pedagang sekaligus apresiasi kepada para pedagang yang selama ini menunjukkan komitmen dan loyalitas dalam memenuhi kewajibannya kepada Perumda Pasar.
“Kerja sama ini menjadi peluang untuk memberikan semacam reward kepada pedagang yang rajin membayar kewajibannya kepada Perumda Pasar,” ujar Ali Gauli, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, program beasiswa ini diharapkan dapat membantu keluarga pedagang, khususnya pelaku usaha kecil, agar anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau.
Melalui program tersebut, mahasiswa penerima beasiswa hanya dikenakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sekitar Rp350 ribu per bulan.
“Ini adalah bentuk penghargaan kami bagi keluarga pedagang pasar, karena loyalitas mereka dalam mencari nafkah untuk keluarga dan anak-anaknya,” katanya.
Sosialisasi program dilakukan langsung oleh jajaran IBK Nitro Makassar saat berkunjung ke Kantor Perumda Pasar Makassar Raya. Pertemuan tersebut menjadi awal kemitraan strategis yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga pemberdayaan sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pasar tradisional.
Pada tahap awal, Program Beasiswa Jalur Kerja Sama akan diterapkan di tujuh pasar yang dikelola Perumda Pasar Makassar Raya, yakni Pasar Sentral, Pasar Butung, Pasar Pa’baeng-baeng, Pasar Terong, Pasar Daya, Pasar Toddopuli, dan Pasar Pannampu.
Masing-masing pasar akan mendapatkan kuota lima orang anak pedagang, sehingga sedikitnya 35 calon mahasiswa berkesempatan mengikuti program beasiswa pada tahap pertama.
Ali Gauli menegaskan program ini tidak hanya memberikan keringanan biaya kuliah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan keluarga pedagang agar memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi dan meraih pendidikan berkualitas.
“Kami ingin anak-anak pedagang pasar memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kompetensi dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IBK Nitro Makassar, Dr. Sujatmiko, menjelaskan program tersebut dirancang untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi keluarga pelaku usaha di pasar tradisional.
Ia mengatakan IBK Nitro menawarkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan ekonomi saat ini, mulai dari Diploma III Keuangan dan Perbankan hingga program Sarjana Manajemen dengan berbagai konsentrasi, Bisnis Digital, dan Kewirausahaan.
“Pilihan program studi ini kami siapkan agar anak-anak pedagang memiliki bekal ilmu yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha, keuangan, dan ekonomi digital saat ini,” jelas Sujatmiko.
Ia mengungkapkan nilai bantuan pendidikan yang diberikan cukup besar. Penerima beasiswa dibebaskan dari biaya pendaftaran sebesar Rp300 ribu dan uang pangkal senilai Rp6 juta. Selain itu, mahasiswa hanya membayar UKT sebesar Rp350 ribu setiap bulan, sementara selisih biaya ditanggung oleh mitra kerja sama.
“Melalui program beasiswa ini, pendaftaran gratis, uang pangkal juga gratis, dan UKT hanya Rp350 ribu per bulan. Selisih biaya tersebut ditanggung oleh mitra kami,” katanya.
Sujatmiko berharap program ini menjadi jembatan bagi anak-anak pedagang untuk memperoleh pendidikan tinggi yang selama ini sulit dijangkau karena keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi mahasiswa, keluarga, hingga pelaku usaha di pasar tradisional.
“Kami ingin IBK Nitro melahirkan generasi muda dari keluarga pedagang yang memiliki kompetensi di bidang bisnis, keuangan, dan kewirausahaan sehingga mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha di masa depan,” tuturnya.
Kolaborasi antara Perumda Pasar Makassar Raya dan IBK Nitro Makassar diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program pemberdayaan lainnya bagi pedagang pasar. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, kerja sama tersebut juga menjadi investasi jangka panjang melalui sektor pendidikan agar semakin banyak anak pedagang yang mampu meraih gelar sarjana dan masa depan yang lebih baik.









