NasionalNewsSultra

Dorong Pesantren Mandiri, LAZ Hadji Kalla Kembangkan Unit Usaha Berkelanjutan di Ummul Qurra Kendari

KENDARI, NEWSURBAN.ID — Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari terus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif. Upaya tersebut mendapat dukungan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla melalui bantuan modal usaha yang diberikan pada 2024.

Dukungan tersebut menjadi titik awal pengembangan usaha pesantren yang sebelumnya masih berjalan dalam skala sederhana. Salah satunya berupa kios kecil yang kemudian berkembang menjadi minimarket untuk memenuhi kebutuhan para santri dan lingkungan pondok.

Program Spesialis Ekonomi LAZ Hadji Kalla, Andi Rifki, mengatakan, dukungan terhadap pengembangan usaha pesantren merupakan bagian dari komitmen LAZ Hadji Kalla dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kelembagaan.

Menurutnya, pesantren tidak hanya memiliki peran sebagai pusat pendidikan dan pendalaman ilmu agama, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

“Melalui dukungan tersebut, diharapkan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan dampak sosial serta ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Andi Rifki, Jumat (14/8/2026).

Dampak pengembangan usaha tersebut terlihat dari peningkatan omzet yang cukup signifikan. Sebelum memperoleh bantuan pada 2024, omzet usaha pesantren berada di kisaran Rp7 juta per bulan.

Kini, omzet minimarket dan sejumlah unit usaha lainnya telah mencapai sekitar Rp24 juta per bulan. Peningkatan tersebut menunjukkan perkembangan positif usaha pesantren setelah mendapatkan tambahan modal dan pendampingan pengembangan usaha.

Penanggung Jawab Usaha Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari, Sitti Syahlal, mengatakan, bantuan modal dari LAZ Hadji Kalla menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan usaha pesantren.

“Alhamdulillah, minimarket yang kami jalankan berkembang sangat baik. Anak-anak santri sudah mulai berbelanja di minimarket sederhana yang kami bangun bersama. Bantuan modal usaha dari Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla sangat membantu perkembangan usaha pondok,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum mendapat bantuan, usaha pesantren masih berupa kios kecil dengan keterbatasan modal. Setelah memperoleh dukungan LAZ Hadji Kalla yang kemudian dipadukan dengan modal dari pondok, usaha tersebut berkembang menjadi minimarket.

Perkembangan itu kemudian mendorong pesantren untuk melakukan diversifikasi usaha. Tidak lama setelah minimarket berjalan, pesantren mulai mengembangkan rumah makan sari laut.

Pada akhir 2024, pengembangan usaha kembali diperluas melalui layanan aqiqah dan pangkalan gas. Selanjutnya, pada awal 2026, Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari menambah unit usaha baru berupa butik.

Beragam unit usaha tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sitti Syahlal menilai, kombinasi modal pesantren dan dukungan LAZ Hadji Kalla telah menjadi embrio sekaligus pemantik semangat bagi pengelola pondok untuk terus mengembangkan usaha secara mandiri.

Pengembangan unit usaha secara bertahap tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pesantren dalam menopang kebutuhan operasional sekaligus menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Dengan semakin beragamnya unit usaha yang dimiliki, Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari kini tidak hanya berfokus pada penguatan pendidikan keagamaan, tetapi juga membangun fondasi kemandirian ekonomi. Model tersebut menjadi langkah strategis untuk menciptakan pesantren yang produktif, mandiri, dan mampu memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button