MetroNewsSulsel

Selamat Jalan, Ibunda Hj Enny Tandiari

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Kabar duka menyelimuti Bumi Latemmamala, Kabupaten Soppeng. Hj. Enny Tandiari (78) meninggal dunia pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 08.00 WITA, di Rumah Sakit Islam Faisal, Makassar.

Almarhumah merupakan istri Bupati Soppeng periode 1979–1984, almarhum H. Djamaluddin Muhammadong, sekaligus ibunda Prof. Dr. Rudy Djamaluddin, S.T., M.Eng., yang pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar tahun 2020–2021.

Semasa hidupnya, Hj. Enny Tandiari dikenal masyarakat Soppeng sebagai sosok pendamping pemimpin yang ramah, sederhana, dan penuh kepedulian. Meskipun tidak terlibat langsung dalam administrasi pemerintahan, beliau senantiasa hadir dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kepribadiannya yang hangat membuat almarhumah dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia senantiasa menjaga silaturahmi dengan penuh ketulusan. Hj. Enny Tandiari tidak hanya dikenal sebagai pendamping seorang pemimpin, tetapi juga sebagai pribadi yang peduli dan dekat dengan masyarakat.

Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng dan masyarakat. Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle K.S. Dalle, menyampaikan duka cita sekaligus penghormatan atas keteladanan yang ditinggalkan almarhumah.

“Beliau adalah teladan kesederhanaan yang telah setia mendampingi almarhum Bapak H. Djamaluddin Muhammadong dalam membangun Soppeng. Peran dan kehangatan beliau akan selalu dikenang oleh masyarakat. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Selle.

Duka cita mendalam juga disampaikan insan pers daerah. Ketua Forum Komunikasi Jurnalis (FKJ) Soppeng, Agus Setiawan PH. Rauf, mengenang sosok almarhumah melalui memori masa kecilnya.

Agus merupakan teman seangkatan semasa SD dan SMP dari putra almarhumah, almarhum Siswadi Djamaluddin. Ia mengenang keramahan Hj. Enny Tandiari ketika dirinya masih sering bermain di Rumah Jabatan Bupati bersama Siswadi Djamaluddin.

“Kami keluarga besar Forum Komunikasi Jurnalis Soppeng turut merasakan duka yang mendalam. Sewaktu kecil, saat bermain di Rumah Jabatan Bupati bersama almarhum Siswadi, almarhumah Ibu Hj. Enny selalu menyapa dengan ramah dan menanyakan kabar orang tua saya, ‘Bapak dan Ibu sehat-sehat ji, Nak, salam ya?’”

“Perhatian kecil yang tulus itu sangat berbekas di hati. Beliau bukan hanya ibu bagi anak-anaknya, tetapi sosok ibu bagi kita semua yang pernah mengenal kerendahan hatinya,” ungkap Agus.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Talasalapang 1 No. 5, Makassar, keesokan harinya jenazah almarhumah Hj. Enny Tandiari disalatkan di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar.

Selanjutnya, jenazah diantar menuju tempat peristirahatan terakhir dan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Paropo, Panaikang, Kota Makassar.

Soppeng mungkin kehilangan sosok yang hangat itu. Namun, senyum yang tak pernah pudar dan kenangan tentang kebaikan tulusnya akan terus dituturkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Selamat jalan, Ibunda Hj. Enny Tandiari. Beristirahatlah dengan tenang di sisi Allah SWT. Al-Fatihah. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button