
MAKASSAR, NEWSURBAN.ID โ Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memperkuat strategi pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas, swasembada pangan, dan hilirisasi pertanian. Pemerintah provinsi juga mendorong pengendalian inflasi, perluasan pasar ekspor, serta percepatan belanja pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Strategi tersebut disampaikan Andi Sudirman dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel memperingati Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan membutuhkan keseimbangan antara peningkatan kapasitas produksi dan penguatan daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong produktivitas tenaga kerja dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga mengoptimalkan potensi sumber daya alam secara bijak.
โDi sisi produksi, kita terus memperkuat kompetensi tenaga kerja, mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam secara bijak, serta mengadopsi teknologi dan inovasi demi memacu produktivitas,โ jelasnya.
Di sisi pengeluaran, Pemprov Sulsel berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Percepatan realisasi belanja anggaran serta perluasan pasar ekspor juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian daerah.
โIkhtiar ini kita imbangi di sisi pengeluaran melalui pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli rakyat, penciptaan iklim investasi yang ramah dan pasti, percepatan realisasi belanja anggaran pemerintah, serta perluasan pasar ekspor bagi produk-produk kebanggaan Sulawesi Selatan,โ ujarnya.
Andi Sudirman menilai, sinergi antara penguatan produksi dan daya beli diperlukan agar pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain meningkatkan kapasitas ekonomi daerah, strategi tersebut diharapkan memperkuat daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah pertanian. Pemprov Sulsel mendorong penguatan swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan pertanian sesuai potensi dan karakteristik lahan.
Ketersediaan benih unggul menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya tersebut. Pemerintah provinsi menjalankan program Inovasi Mandiri Benih untuk mengembangkan potensi penangkar benih lokal, memperluas distribusi benih unggul bersertifikat, dan memberikan pendampingan teknis kepada petani.
โMelalui Inovasi Mandiri Benih kita menggerakkan potensi penangkar lokal, mendistribusikan benih unggul bersertifikat secara luas, serta memberikan pendampingan teknis terpadu demi mendongkrak produktivitas panen petani kita,โ ungkapnya.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah daerah juga mendorong hilirisasi pertanian agar komoditas lokal memiliki nilai tambah. Penguatan sektor pengolahan diharapkan dapat membuka peluang usaha, memperluas pasar, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha.
Di sisi lain, peningkatan produksi perlu diimbangi dengan keterjangkauan harga pangan. Untuk itu, Pemprov Sulsel mengandalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi pangan.
Program tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.
โSementara dari sisi keterjangkauan, Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak hadir sebagai wujud kolaborasi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi pangan, menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan,โ pungkasnya.
Penguatan produktivitas, swasembada pangan, hilirisasi pertanian, dan stabilitas harga menjadi bagian dari strategi Pemprov Sulsel dalam menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-357 Sulsel, yakni โEkonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastrukturโ. (*)









