
BONE, NEWSURBAN.ID – Siswa SMA Islam Athirah Bone berhasil meraih Juara 3 dalam Olimpiade Matematika 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Alauddin Makassar, pada 13–15 Oktober 2026.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi sekolah sekaligus menunjukkan kemampuan siswa dalam menghadapi kompetisi akademik. Dalam olimpiade ini, peserta tidak hanya dituntut menguasai konsep dan rumus matematika, tetapi juga harus mampu membaca soal dengan teliti, menentukan strategi penyelesaian, serta mengelola waktu secara efektif.
Pembimbing siswa, Mustafa, mengatakan keikutsertaan SMA Islam Athirah Bone dalam kompetisi matematika merupakan bagian dari proses pembinaan akademik yang berkelanjutan. Pada tahun ini, sekolah kembali mengikutsertakan sejumlah siswa dalam ajang tersebut, yang sebelumnya dikenal dengan nama ANGKA.
Menurut Mustafa, kompetisi menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengukur kemampuan, mengenali tantangan, dan memperoleh pengalaman dalam menghadapi persaingan akademik.
Ia menjelaskan, untuk mencapai babak final, peserta tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan rumus dan konsep matematika. Ketepatan dalam memahami soal, ketelitian menghitung, serta strategi pengerjaan turut menentukan hasil yang diperoleh.
Karena itu, latihan yang konsisten perlu disertai penguasaan materi dan strategi penyelesaian soal yang tepat. Pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan persiapan menghadapi olimpiade berikutnya.
Melalui evaluasi tersebut, siswa diharapkan dapat memperkuat pemahaman materi, meningkatkan ketelitian, serta mengembangkan kemampuan menyelesaikan soal dalam waktu yang terbatas.
Salah satu peserta, Naurah Sabruddin, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya dalam Olimpiade Matematika 2026.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara di Olimpiade Matematika ini. Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan meraih pencapaian yang lebih baik ke depannya,” ungkap Naurah.
Bagi Naurah, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Prestasi ini juga menunjukkan pentingnya proses pembelajaran yang konsisten dalam membangun kemampuan akademik siswa. Dukungan pembimbing, kesungguhan dalam berlatih, serta keberanian mengikuti kompetisi menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi peserta didik.
Melalui capaian Juara 3 Olimpiade Matematika 2026, SMA Islam Athirah Bone berharap para siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan akademik, menghadapi tantangan, dan meningkatkan kualitas diri.
Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bekal bagi siswa untuk terus belajar, memperbaiki kekurangan, dan membangun ketangguhan serta kedisiplinan dalam meraih prestasi berikutnya.









