
OJK menyambut baik pengumuman MSCI soal free float assessment pasar modal Indonesia. Empat inisiatif reformasi transparansi OJK-BEI-KSEI diakui sebagai langkah strategis menuju MSCI Index Review Mei 2026.
JAKARTA, NEWSURBAN.ID – OJK menyambut positif pengumuman MSCI Inc. bertajuk Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities yang MSCI rilis pada 20 April 2026.
Pengumuman itu menegaskan bahwa lembaga indeks global tersebut mengakui berbagai langkah reformasi pasar modal yang OJK jalankan bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Pengakuan ini menjadi sinyal awal yang positif bagi posisi pasar modal Indonesia di mata investor global, terutama menjelang dua agenda besar: MSCI Index Review pada Mei 2026 dan MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026.
Empat Inisiatif Reformasi Pasar Modal yang MSCI Akui
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi merinci empat inisiatif reformasi yang mendapat perhatian MSCI. Pertama, peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas satu persen. Kedua, penguatan granularitas klasifikasi investor. Ketiga, implementasi kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC). Keempat, peningkatan batas minimum free float.
“Berbagai inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar, memperkuat pelindungan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global,” kata Hasan.
4 INISIATIF REFORMASI YANG MSCI AKUI
- Transparansi kepemilikan saham di atas 1%
- Penguatan granularitas klasifikasi investor
- Implementasi kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC)
- Peningkatan batas minimum free float
Ketua OJK: Ini Sinyal Positif Arah Kebijakan Indonesia
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa pengakuan awal dari MSCI merupakan sinyal kuat bahwa arah kebijakan reformasi pasar modal Indonesia sudah tepat. Ia menekankan bahwa konsistensi implementasi menjadi kunci utama agar pengakuan ini berlanjut menjadi keputusan nyata pada kedua agenda review MSCI mendatang.
“Ke depan, implementasi langkah-langkah reformasi akan terus dijaga agar berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global,” kata Friderica.
Pernyataan Friderica juga menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak. OJK tidak hanya bekerja secara internal, tetapi aktif menggandeng BEI, KSEI, dan pelaku pasar global untuk memastikan reformasi berjalan sesuai standar internasional.
MSCI Lanjutkan Asesmen, Dua Agenda Besar di Depan Mata
MSCI saat ini masih menjalankan asesmen lanjutan berdasarkan sumber data baru yang lahir dari inisiatif reformasi pasar modal Indonesia. Selain itu, MSCI juga menghimpun masukan langsung dari pelaku pasar global sebagai bahan penyempurnaan asesmen.
Dua agenda utama yang menjadi tolok ukur penting adalah MSCI Index Review pada Mei 2026 dan MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026. OJK memandang proses ini sebagai momentum strategis untuk membuktikan efektivitas kebijakan yang sudah berjalan, sekaligus meningkatkan daya tarik dan investability pasar modal Indonesia di mata investor asing.
Delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal Indonesia
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, OJK mendorong implementasi delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia. Empat pilar utama rencana aksi ini mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penguatan penegakan hukum dan tata kelola, serta pendalaman pasar.
Melalui delapan rencana aksi tersebut, OJK meyakini pasar modal Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk tumbuh menjadi pasar yang semakin dalam, likuid, dan kredibel. Pada akhirnya, pasar yang sehat dan transparan akan memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.









