
Program ini diperkenalkan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, bersama Airlangga Hartarto dan Purbaya Yudhi Sadewa di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026).
Friderica menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari reformasi pasar modal Indonesia yang menekankan pentingnya integritas serta perluasan partisipasi masyarakat sebagai investor.
“PINTAR Reksa Dana menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan jumlah investor harus diimbangi dengan kualitas ekosistem pasar yang sehat dan berintegritas.
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kondisi pasar modal Indonesia saat ini semakin stabil dan aman untuk investor.
“Pengawasan telah diperkuat dan integritas pasar semakin baik. Ini menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Airlangga Hartarto yang menilai program ini dapat membuka akses investasi lebih luas, khususnya bagi generasi muda.
“Pasar modal harus inklusif dan berkelanjutan. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi mendatang,” katanya.
Momentum Strategis Tingkatkan Literasi Investasi
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut peluncuran PINTAR Reksa Dana sebagai momentum penting dalam mendorong inklusi investasi nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara OJK, pelaku industri, dan program SIMUDA menjadi langkah nyata untuk memperluas akses investasi, terutama bagi investor pemula.
“Pendalaman pasar tidak hanya soal jumlah investor, tetapi juga kualitas dan edukasi yang berkelanjutan,” tegas Hasan.
Ia juga menekankan pentingnya peran pelaku industri dalam memberikan edukasi serta menjaga integritas melalui mekanisme pengawasan mandiri (self control).
Saat ini, program PINTAR Reksa Dana telah melibatkan 30 Manajer Investasi dan 26 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).
Pekan Reksa Dana 2026 Perkuat Edukasi Publik
Peluncuran program ini juga bertepatan dengan pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 yang diselenggarakan oleh APRDI.
Kegiatan yang berlangsung pada 25 April hingga 1 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam investasi reksa dana.
Ketua Presidium APRDI, Lolita Liliana, menilai bahwa industri reksa dana masih membutuhkan inovasi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Program ini diharapkan mampu mendorong kebiasaan investasi yang rutin dan terencana demi mencapai tujuan keuangan jangka panjang,” ujarnya.
Sebelumnya, APRDI bersama OJK juga telah menggelar edukasi di enam kota besar seperti Makassar, Surabaya, hingga Medan yang melibatkan ribuan mahasiswa dan ratusan jurnalis.
Program PINTAR Reksa Dana diharapkan menjadi gerakan nasional berkelanjutan yang mampu membangun budaya investasi sehat sejak dini di Indonesia.









