NewsNusantaraPolitikSulawesiSultra
Trending

Inginkan Desa Babamolingku Maju, Aktivis FH Unhas Ini Minta Warga Cerdas Pilih Kades dengan Prinsip Perubahan

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID ‚ÄĒ Desa Babamolingku akan menggelar Pemilihan Kepala Desa bersama desa lainnya dalam Pilkades Serentak Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pesta demokrasi rakyat desa itu rupanya menyita pemuda kelahiran Desa Babamolingku, Yusran Darmansa. Yusran adalah aktivis Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas).

Meski jauh di kota, ia terus memantau perkembangan desa kelahirannya. Sejak beridiri hingga sekarang pembangunan fisik di desa itu jauh tertinggal dari desa lainnya.

Menurutnya, ketertinggalan pembangunan di desa kelahirannya itu, tidak terlepas dari kemampuan dan mental kepala desa yang memimpin. Ia menginginkan kondisi itu, berubah seperti desa lain yang jauh lebih maju.

Karena itu, menjelang Pemilihan Kepala Desa Babamolingku dalam Pilkades Serentak Kabupaten Bombana pada 20 Februari, ia mengimbau warga desa itu memilih calon yang visioner dan punya kemampuan, mental, dan niat baik memajukan desa.

Di desa itu, ada tiga calon yang akan bertarung. Mereka adalah Bachtiar Rifai nomor urut 1, Patahangi nomor 2, dan Basri Alam nomor 3.

Ia meminta masyarakat bisa memilih siapa yang terbaik dari tiga calon itu. Pendekatannya, kemampuan manajerial kepemimpinan, mental dan terpenting rekam jejak. Bukan kemampuan finansial.

Di antara 3 calon ini, ada yang sudah pernah menjadi Kepala Desa Babamolingku. DUA calon lain belum pernah menjabat.

Jangan Jatuh ke Lubang Sama

Karena itu, ia meminta masyarkat tidak jatuh ke lubang yang sama dengan berkaca pada perkembangan desa yang tak pernah berubah ke arah kemajuan. Bahkan, sangat jauh tertinggal dari pembangunan fisik desa lainnya.

“Selama beberapa tahun di desa tersebut perkembangan dari segi fisik maupun SDM sangat minim. Sementara desa lain jauh lebih maju, pembangunannya sangat maju,” kata Yusran.

Bila ingin maju lanjut dia, maka di antara tiga calon, masyarakat harus bisa menyaring.

“Akankah kepemimpinan masi sama di lanjutkan Oleh pejabat sebelumnya. Atau justru tergantikan dengan wajah baru yang membawa semangat dan tekad bulat untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Yusran.

Untuk kemajuan desa kelahirannya, Yusran juga mengajak masyarakat, aktif berpartisipasi menentukan arah kepemimpinan desa itu ke depannya.

“Mari di tahun ini dengan niat yang baik kita pilih calon kepala Desa di bulan DUA ini. Kita pilih yang mampu membuat perubahan di desa ini. Kita pilih, yang lebih mengedepankan pembangunan yang merata dan kesejahteraan masyarakat desa,” tuturnya.

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak salah pilih. “Jangan pilih calon yang hanya mementingkan satu kelompok. Pilihlah yang ingin merangkul semua masyarakat. Ketika selesai pemilihan tidak ada lagi sekat dan perbedaan. Kembali di satu visi yang sama, yaitu bagaimana agar desa tersebut mampu lebih maju kedepannya,” harap Yusran.

Perubahan Sebuah Keharusan

Menurutnya, Desa Babamolingku memiliki potensi peternakan dan pertanian yang melimpah. “Dari sektor peternakan populasi sapi sangat banyak. Karena hampir setiap warga memelihara sapi. Seperti ini, perlu di kembangan. Bagaimana pemerintah mengelolah hal ini, sehingga ekonomi masyarakat desa bisa berkembang,” katanya.

“Melanjutkan pembangunan yang ada merupakan sebuah keniscayaan tetapi perubahan itu merupakan sebuah keharusan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Desa Babamolingku sudah berdiri sejak puluhan tahun setelah melakukan pemekaran dari Desa Toari Bombana. Namun angka anak yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi sangat minim. Hanya hanya satu dua orang saja setiap tahunnya.

“Itupun kalau ada. Ini juga menjadi tantangan kedepannya untuk pemerintah setempat.Bagimana agar SDM dari warganya dapat terus di tingkatkan melalui dorongan untuk terus melanjutkan pendidikan. Bukan hanya pihak desa, tetapi setiap
stakakeholder terkait, mulai dari jajaran eksekutif (bupati) dan yudikatif (DPRD) di Kabupaten Bombana,” harap Yusran.

Ia menekankan, siapapun yang terpilih intinya sumber dana desa Kementrian PDTT, di alokasikan sesuai kebutuhan warga atau kebutuhan desa.

“Jangan coba-coba sedikitpun mengganggu anggara tersebut. Saya di garda terdepan akan selalu bergerak apabila ada keganjalan yang di lakukan oleh pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (cr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button