NewsSulsel

Harga Kebutuhan Pokok di Gowa Naik 10-20 Persen, Bupati Adnan Sebut Masih Wajar

GOWA, NEWSURBAN.ID — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menilai kenaikan harga kebutuhan pokok di Gowa masih wajar. Di pasar kenaikannya berkisar 10-20 persen karena terjadi peningkatan kebutuhan.

Hal itu ia sampaikan usai memantau beberapa pasar di Kabupaten Gowa, Senin (22/3/2023). Adnan bersama Sekda Gowa Kamsina dan pejabat Forkopimda pengecekan langsung stok dan harga pangan di sejumlah pasar tradisional menjelang Ramadan.

Peninjauan ini untuk mengetahui harga dan stok komoditas dalam keadaan aman dan terkendali.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Pemkab Gowa Gelar Pasar Tani, Warga Berburu Sembako Murah

“Hari ini kita melakukan rapat TPID untuk melihat harga-harga bahan pokok jelang Ramadhan dan Idul Fitri. Di lanjutkan dengan mengecek langsung di dua pasar untuk menyesuaikan data laporan yang di berikan dengan harga yang ada di lapangan,” ungkap Adnan.

Dia mengaku setelah melakukan pengecekan, memang terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok di Gowa. Namun katanya tidak terlalu signifikan. Pada beberapa komoditas naik sekira 10-20 persen. Ia menilai kenaikan harga kebutuhan pokok masih dalam tahap wajar karena kebutuhan masyarakat juga meningkat.

“Memang ada terjadi beberapa kenaikan tapi masih dalam batas toleransi. Jika sudah di atas 20 persen itu baru kita lakukan intervensi tergantung pada pokok permasalahannya. Apakah masalahnya pada produksi atau distribusi,” tambah orang nomor satu di Gowa itu.

Baca Juga: Sekda Kamsina Optimis Gowa Swasembada Bawang Merah

Ia menegaskan jika ada  permasalahan pada distribusi atau penimbunan oleh oknum-oknum tertentu maka pihaknya bersama TNI, Polri, dan menindak tegas.

“Kalau misalnya dari produksi berarti harus ada langkah-langkah intervensi yang akan kita lakukan. Namun jika terkait dengan distribusi ini perlu kita cek siapa tahu ada yang melakukan penimbunan. Artinya kami siap melakukan intervensi yang jelas kami ingin pastikan bahwa memasuki bulan suci Ramadan dan persiapan Idul Fitri stok komoditas aman. Dan masyarakat bisa menjangkaunya secara keseluruhan,” tegas Adnan.

Sementara Salah satu pedagang ayam di Pasar Minasamaupa, Rahmi mengaku kenaikan harga terjadi jelang Ramadan ini. Di mana setiap ekornya mengalami kenaikan hingga Rp10 ribu.

“Memang setiap mau puasa harga naik. Misalnya yang dulu Rp35 ribu per ekor sekarang Rp40 ribuan. Dan yang besar biasanya Rp50 ribuan, sekarang Rp60 ribuan. Tergantung besarnya juga,” katanya.

Baca Juga: Gowa Siapkan 3.004 Ha Lahan untuk Program Panen Padi Nusantara

Meskipun terjadi peningkatan, dia mengaku permintaan juga meningkat. Pada hari biasa hanya mampu menjual hingga 50 ekor, namun belakangan ini bisa menjual sampai 150 ekor ayam perharinya.

Hal berbeda diungkapkan Hj. Asni yang merupakan pedagan barang campuran. Di mana hampir semua dagangannya masih tergolong aman atau tidak terjadi kenaikan harga.

“Semuanya masih aman, seperti minyak sunco, minyak kita. Kalaupun ada yang naik seperti kacang yang duli Rp25 ribu per kg, sekarang Rp28-30 ribu per kg. Artinya masih aman,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap di bulan suci Ramadan 1444 Hijriah ini, keberkahan bisa-diraih. Khususnya terkait dagangannya yang bisa terjual dengan baik agar perekonimian masyarakat tersebut juga semakin meningkat.

“Semoga bulan suci ini semakin banyak pembeli supaya dagangan kita bisa laku dan uangnya terputar,” harap Hj Asni. (nh/up)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button