
BONE, NEWSURBAN.ID — Bencana banjir yang melanda Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, hingga menelan dua korban jiwa mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat.
Setelah sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan santunan senilai Rp1 miliar kepada keluarga korban, kini Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman turun langsung mengunjungi lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bone, Senin (11/5/2026).
Kedatangan Mentan RI didampingi Gubernur Sulsel tersebut sekaligus membawa bantuan besar bagi warga terdampak. Sebanyak 33 truk bantuan berisi pangan dan sembako senilai Rp9 miliar disalurkan untuk masyarakat Kelurahan Panyula serta anak-anak yatim yang terdampak bencana.
Tak hanya menyalurkan bantuan logistik, Andi Amran Sulaiman juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp1 miliar kepada keluarga korban banjir. Penyerahan bantuan itu disaksikan langsung oleh Bupati Bone, Wakil Bupati Bone, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bone.
Selain Mentan RI dan Gubernur Sulsel, anggota DPR RI Andi Amar Ma’ruf turut hadir dan menyerahkan bantuan senilai Rp500 juta sebagai bentuk empati kepada keluarga korban banjir.
Di hadapan warga Kelurahan Panyula, Menteri Pertanian RI mengaku tergerak untuk datang langsung membantu masyarakat Bone yang tengah dilanda musibah.
“Saya tergerak hati saya, karena daerah lain saja bencana saya datang, apalagi ini kampung saya yang membutuhkan bantuan,” ujar Andi Amran.
Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang menyebabkan korban jiwa serta mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami terima laporan kemarin, bahwa di Panyula, Bone, Sulawesi Selatan, ada bencana. Dan ada korban meninggal, ada dua orang, bahkan ada yang sakit dan seterusnya,” katanya.
Usai menyerahkan bantuan, Menteri Pertanian bersama rombongan turut meninjau kondisi sungai di kawasan terdampak banjir. Dari hasil peninjauan tersebut ditemukan adanya pendangkalan sungai yang cukup parah sehingga memperburuk aliran air saat curah hujan tinggi.
“Kami datang langsung mewakili Pemerintah Pusat untuk mengetahui kendala apa yang mengakibatkan terjadinya banjir dan ternyata di sungai tersebut terjadi pendangkalan yang cukup panjang. Insyaallah dalam satu minggu kita selesaikan pendangkalan di sungai tersebut,” tambahnya.
Mentan RI menegaskan, penanganan pendangkalan sungai menjadi perhatian serius pemerintah dan merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia guna mempercepat penanganan bencana di daerah.









