
BONE, NEWSURBAN.ID — Perselisihan yang diduga bermula dari persoalan pembakaran sampah berujung pada insiden berdarah yang melibatkan dua pria yang masih memiliki hubungan keluarga di Lingkungan Barangmamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 19 September 2026. Mertua dan menantu itu terlibat pertikaian hingga keduanya mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi, kejadian bermula ketika seorang pria berinisial SB (38) berada di depan rumahnya dan membakar sejumlah sampah atau perabot rumah tangga.
Aktivitas pembakaran tersebut kemudian membuat warga sekitar khawatir. Sejumlah warga disebut keluar rumah dan berupaya memadamkan api karena khawatir kobaran api semakin membesar dan membahayakan lingkungan sekitar.
Namun, situasi justru berubah menjadi tegang setelah SB disebut tidak terima dengan tindakan warga yang berusaha memadamkan api tersebut.
SB kemudian disebut mengejar anak A Muh Agus. Mengetahui kejadian itu, A Muh Agus keluar dari rumah hingga keduanya terlibat perkelahian.
“Awalnya keduanya sempat berkelahi. Kemudian personel Polsek datang untuk mengamankan situasi. Setelah dianggap aman, polisi kemudian meninggalkan TKP,” ungkap seorang warga.
Pertikaian Kembali Memanas
Situasi yang sempat mereda ternyata kembali memanas setelah personel kepolisian meninggalkan lokasi kejadian.
Tidak berselang lama, SB diduga kembali mendatangi A Muh Agus. Dalam peristiwa tersebut, SB diduga melakukan penikaman menggunakan senjata tajam.
Akibat kejadian itu, A Muh Agus mengalami luka pada bagian perut.
Dalam kondisi terluka, A Muh Agus kemudian mengambil sebilah parang dan melakukan perlawanan. Ia disebut menebas SB menggunakan senjata tajam tersebut.
Tebasan itu mengakibatkan SB mengalami luka terbuka pada bagian kepala.
Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan kepada keduanya. Dua pria yang mengalami luka tersebut selanjutnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi Turun ke Lokasi
Pasca kejadian, jajaran Polres Bone bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi. Personel URC Resmob bersama Unit Intelkam Polres Bone mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah warga yang mengetahui secara langsung maupun mengetahui rangkaian kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Cina.
Menurutnya, berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, korban dan terduga pelaku masih memiliki hubungan keluarga.
“Benar, ada peristiwa penganiayaan di Kecamatan Cina. Informasi awal, terduga pelaku dan korban ini masih memiliki hubungan keluarga. Untuk kronologis lengkapnya, anggota masih di lapangan melakukan full baket,” ujar AKP Ananda Gunawan.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan pertikaian antara kedua pria tersebut.
Polisi juga masih mendalami penyebab awal perselisihan, termasuk rangkaian kejadian sejak persoalan pembakaran sampah hingga berujung pada penggunaan senjata tajam.(farhan)









