Munafri Siapkan Penguatan PAUD Makassar, Dalami Praktik Pendidikan Inggris

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyiapkan langkah penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui pendalaman praktik pendidikan global, termasuk mempelajari kurikulum dan metode pembelajaran yang diterapkan di Inggris.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini, terutama dalam membangun karakter, mengembangkan kecerdasan, dan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Munafri menyampaikan hal itu saat menghadiri peringatan United Nations Day bertajuk Hoppy Little Water Detectives yang diselenggarakan HOPLiN Preschool Makassar di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center, Sabtu (24/10/2026).
Ia menegaskan, pendidikan pada rentang usia 0–5 tahun memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, lembaga PAUD perlu menyediakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kemampuan sekaligus pembentukan karakter sejak dini.
“Kita mengharapkan preschool dan pendidikan yang ada di tempat ini bisa memberikan ruang yang cukup dan bagus buat anak-anak kita dalam rangka tumbuh kembang anak-anak kita,” ujarnya.
Munafri menjelaskan, penguatan PAUD juga menjadi bagian dari upaya Makassar mengembangkan inovasi pendidikan yang dapat menjadi rujukan di tingkat nasional.
Ia mengungkapkan, dirinya baru-baru ini mendapat kesempatan memperkenalkan praktik pengembangan PAUD terintegrasi di Makassar dalam sebuah forum internasional yang diselenggarakan organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Kemarin saya diberikan kesempatan oleh salah satu organisasi di bawah PBB untuk memperlihatkan bagaimana Makassar mengembangkan PAUD menjadi salah satu competence yang ada di Indonesia,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Makassar berupaya memperluas wawasan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini melalui diskusi dan pertukaran praktik baik dengan negara lain.
Munafri menyebut, Dinas Pendidikan Kota Makassar telah menyusun program diskusi mengenai kurikulum dan praktik pendidikan di Inggris. Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap dapat memperoleh perspektif baru untuk memperkuat metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.
“Dinas Pendidikan akan membangun diskusi bagaimana mendidik anak-anak dengan baik,” ujarnya.
Menurut Munafri, peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang perlu dimulai sejak usia dini. Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter serta membekali anak dengan kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Selain penguatan kualitas pembelajaran, Munafri menyoroti pentingnya mengenalkan isu lingkungan kepada anak sejak dini. Hal itu sejalan dengan tema Hoppy Little Water Detectives yang mengangkat air dan kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka peringatan United Nations Day.
Ia menilai, perubahan iklim menjadi tantangan yang perlu dipahami sejak dini melalui pembelajaran yang sesuai dengan usia anak.
“Kondisi iklim hari ini membuat kita harus peduli dan memberikan pembelajaran bagaimana anak-anak ini bisa mengerti terhadap resiliensi dan perubahan iklim,” pungkasnya.
Munafri juga mengapresiasi kontribusi lembaga pendidikan swasta, termasuk HOPLiN Preschool, dalam menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan pihak swasta diperlukan untuk memperluas jangkauan peningkatan kualitas pendidikan, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah.
“Kami dengan keterbatasan fiskal, dengan kemampuan yang kami miliki untuk membangun dengan segala macam upaya yang kami miliki, tapi kita berharap kerja sama dari pihak swasta akan jauh lebih kuat lagi ketika kolaborasi ini bisa kita bangun secara bersama-sama,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini dalam membentuk karakter dan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Aliyah, pembelajaran yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan dapat membantu anak memahami pentingnya menjaga lingkungan, termasuk menggunakan air secara bijak.
“Pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang membangun kecerdasan, tetapi juga menanamkan karakter, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui kegiatan seperti Hoppy Little Water Detectives ini, anak-anak dapat belajar mengenal pentingnya air bagi kehidupan serta memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap nilai-nilai positif ini dapat tumbuh sejak dini sehingga anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Aliyah.









