
PALU, NEWSURBAN.ID – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu, Diah Puspita, didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu kembali menggelar pertemuan bersama para istri Ketua RT/RW serta Ketua RT/RW perempuan dari Kecamatan Tatanga dan Kecamatan Tawaeli.
Kegiatan berlangsung pada Rabu, 2 September 2026, di Rumah Jabatan Wali Kota Palu.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu. Antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Sekretaris Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta para camat dan lurah dari dua kecamatan tersebut.
Silaturahmi dan Ruang Aspirasi
Ketua TP-PKK Kota Palu, Diah Puspita, mengatakan pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang untuk berbagi informasi, menyerap aspirasi, dan mendengarkan persoalan masyarakat di tingkat wilayah.
“Agenda kita malam ini adalah silaturahmi. Ini kali pertama saya bisa bersilaturahmi secara langsung dan bersama-sama dengan beberapa kecamatan. Mungkin sebagian dari kita sudah pernah bertemu dalam kegiatan PKK, tetapi Alhamdulillah malam hari ini kita dipertemukan dari dua kecamatan sekaligus,” ujar Diah.
Ia berharap kehadiran para kepala OPD dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas agar setiap persoalan yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
“Selain silaturahmi, kita juga sharing. Mungkin ada permasalahan yang ingin disampaikan. Alhamdulillah saya ditemani kepala dinas yang luar biasa, yang selama ini membantu pelaksanaan program Pemerintah Kota Palu,” katanya.
Peran Strategis Perempuan
Menurut Diah, pembangunan Kota Palu harus dimulai dari lingkungan keluarga. Perempuan dinilai memiliki peran sangat strategis dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis.
“Apapun yang menjadi tujuan Pemerintah Kota Palu, semuanya dimulai dari keluarga. Kita perempuan memiliki peran yang sangat strategis. Keluarga kuat, masyarakat kuat, dan kalau masyarakat kuat, Kota Palu juga akan kuat,” ungkapnya.
Diah juga mengajak para perempuan untuk terus mendukung suami dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Perempuan memiliki peran yang luar biasa dalam mendukung suami-suami kita. Dengan doa kita, dengan dukungan kita, insyaallah suami semakin kuat dalam menjalankan tugasnya,” tuturnya.
Dororong Penguatan PKK di Tingkat RT
Lebih lanjut, Diah mengajak seluruh perempuan di tingkat RT dan RW untuk menjadi roda penggerak dan agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Ia mendorong agar keberadaan PKK tidak hanya berhenti di kelompok dasawisma, tetapi diperkuat hingga tingkat RT dan RW sesuai aturan yang berlaku.
“Saya ingin mengajak semuanya dimulai dari perempuan. Kita adalah roda penggerak dan agen perubahan. Selama ini kita mengenal PKK sampai pada tingkat dasawisma, tetapi sekarang kita dorong agar PKK juga terbentuk sampai di tingkat RT,” jelasnya.
Diah berharap para ibu dapat mengambil peran aktif dalam menggerakkan kegiatan pemberdayaan keluarga di lingkungan RT, RW, kelurahan, maupun kecamatan.
Dalam kesempatan itu, Diah juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi para perempuan di Kota Palu untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Saya mengajak ibu-ibu sekalian, kalau kebetulan saya sedang di Palu dan tidak ada kegiatan, silakan kita bertemu. Saya ingin komunikasi ini terus berjalan,” tambahnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Ketua TP-PKK Kota Palu secara langsung mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, hingga keluhan dari peserta.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat komunikasi antara TP-PKK Kota Palu, pemerintah wilayah, dan masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya bersama membangun keluarga tangguh dan masyarakat Kota Palu yang semakin kuat. (ysw/*)









