
MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menyampaikan duka mendalam untuk mengenang korban yang meninggal dunia dalam tragedi di lingkungan DPRD Kota Makassar pada 29 Agustus 2025.
Setahun setelah peristiwa tersebut, Munafri menegaskan kehilangan nyawa para korban tidak akan pernah terlupakan. Tragedi itu, kata dia, harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kota Makassar dan DPRD Makassar.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan doa bersama mengenang satu tahun tragedi 29 Agustus 2025 di Lapangan Tenis DPRD Kota Makassar, Selasa (1/9/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan penyerahan cinderamata sebagai bentuk tali kasih kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
“Pada kesempatan malam hari ini, saya menyampaikan duka mendalam, dengan mengenang satu tahun tragedi gedung DPRD Kota Makassar 29 Agustus 2025,” ujar Munafri.
Menurutnya, tragedi tersebut memberikan dampak besar bagi jajaran Pemerintah Kota Makassar maupun anggota DPRD Makassar. Karena itu, terdapat sejumlah pelajaran yang harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Munafri mengatakan, pelajaran pertama yang harus dipetik adalah pentingnya seluruh pemangku kepentingan untuk semakin responsif terhadap berbagai kondisi dan aspirasi masyarakat.
“Bagaimana kita semua tentu harus jauh lebih responsif terhadap keadaan-keadaan yang ada di tengah-tengah masyarakat, memberikan perhatian dan mencukupkan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat,” imbuh Appi.
Pelajaran kedua, lanjutnya, adalah pentingnya memperkuat koordinasi antarlembaga, khususnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Koordinasi yang kuat dinilai penting untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan situasi Kota Makassar tetap aman dan kondusif.
“Keadaan yang terjadi kembali mengajarkan kita bagaimana untuk terus membangun koordinasi antar-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah,” tuturnya.
“Ini sangat penting untuk menjaga bukan hanya keselamatan kita, tetapi menjaga kondisi Kota Makassar yang sama-sama kita cintai,” sambungnya.
Lebih jauh, Munafri menegaskan bahwa dampak tragedi tersebut tidak sebatas kerugian material. Kehilangan nyawa menjadi duka terbesar yang harus terus dikenang.
“Kerugian ini tentu bukan hanya kerugian material, tapi kita kehilangan seorang sahabat kita, kehilangan seorang saudara, kehilangan seorang teman yang harus mengorbankan jiwa demi kebersamaan kita pada malam hari itu,” jelasnya.
Karena itu, Munafri berharap peringatan satu tahun tragedi tersebut tidak berhenti sebagai momentum mengenang kesedihan. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi pengingat agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, komunikasi, dan koordinasi.
“Tragedi ini tentu akan menjadi pelajaran berharga untuk kita. Harus dikenang sebagai sesuatu hal yang tidak boleh terulang lagi,” tegasnya.
Di sisi lain, Munafri menekankan pentingnya mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Makassar sebagai eksekutif dan DPRD Makassar sebagai lembaga legislatif.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara kedua lembaga dibutuhkan untuk bersama-sama merespons aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
“Harusnya kejadian itu terus mempererat hubungan antara legislatif dan eksekutif yang ada di Kota Makassar,” katanya.
“Bahwa kita membangun untuk merespons secara bersama-sama apa yang menjadi harapan-harapan masyarakat Kota Makassar,” sambung Appi.
Peringatan tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kota Makassar serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Makassar.
Momentum doa bersama tersebut menjadi pengingat bahwa tragedi 29 Agustus 2025 meninggalkan duka mendalam, sekaligus menjadi pelajaran bersama untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan komitmen menjaga Kota Makassar tetap aman serta kondusif. (*)








