MetroNewsParlemen

Geng Motor Tumbuh Subur di Makassar, Muchlis A Misbah: Kuncinya di Pencegahan

dprd.makassarkota.go.id/berandaMAKASSAR, NEWSURBAN.ID โ€“ Anggota Komisi D DPRD Makassar, Muchlis A Misbah, meminta kepolisian bertindak tegas terhadap aksi geng motor dan perang kelompok yang meresahkan masyarakat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia menegaskan, aparat kepolisian tidak boleh setengah-setengah dalam menangani persoalan tersebut karena berpotensi mengancam keselamatan warga jika dibiarkan berlarut-larut.

Menurut Muchlis, penegakan hukum harus dibarengi langkah pencegahan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas sebelum terjadi.

โ€œKepolisian harus bertindak tegas untuk menjaga keamanan masyarakat Kota Makassar. Tidak boleh setengah-setengah. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, sudah mengancam keselamatan warga Kota Makassar,โ€ katanya, Senin (19/10/2026).

Ia menilai, penanganan geng motor tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian.

Pemerintah Kota Makassar, tokoh masyarakat, dan tokoh politik juga perlu mengambil peran aktif untuk membantu menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Politisi Hanura itu secara khusus menyoroti pentingnya keterlibatan tokoh masyarakat dalam melakukan pendekatan kepada anak-anak muda yang terlibat perang kelompok.

Menurutnya, pendekatan sosial diperlukan agar para remaja tidak terus terjerumus dalam perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

โ€œTokoh masyarakat dan pemerintah kota harus bahu-membahu membantu kepolisian, minimal menjaga wilayahnya masing-masing,โ€ ujarnya.

โ€œPeran aktif tokoh masyarakat sangat penting untuk memberikan pendekatan kepada anak-anak yang ikut perang kelompok,โ€ tambah dia.

Muchlis juga mendorong kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan terhadap kelompok pengendara motor yang menunjukkan indikasi akan melakukan tindakan kriminal.

Ia menilai, upaya pencegahan perlu menjadi perhatian utama agar potensi aksi kekerasan dapat dihentikan sebelum menimbulkan korban.

Menurutnya, kepolisian perlu melakukan pemeriksaan apabila menemukan indikasi konkret adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.

โ€œJadi, solusinya adalah pencegahan. Meskipun belum melakukan kejahatan, kalau ada indikasi yang mengarah ke sana, harus dilakukan pemeriksaan sesuai aturan. Jangan menunggu sampai kejahatan terjadi,โ€ ungkapnya.

Ia berpendapat, tindakan preventif yang dilakukan sejak dini dapat mempersempit ruang gerak kelompok yang berencana melakukan aksi kriminalitas.

Namun, penindakan terhadap pengendara maupun kelompok yang dicurigai harus tetap berdasarkan ketentuan hukum dan bukti yang relevan.

Muchlis berharap kepolisian dapat mengoptimalkan langkah pencegahan sekaligus menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Selain meminta kepolisian meningkatkan pengawasan, Muchlis mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Ia menilai, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah kota, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci untuk mencegah aksi geng motor serta perang kelompok di Makassar.

Menurutnya, masyarakat dapat membantu melalui pengawasan lingkungan dan pendekatan kepada anak-anak muda agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi memicu kekerasan.

Muchlis menegaskan, penanganan geng motor harus dilakukan melalui dua langkah utama, yakni pencegahan dan penindakan tegas terhadap pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Dengan langkah tersebut, ia berharap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih awal sehingga masyarakat Makassar bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button