NewsNusantaraSulsel

Komitmen Pemeliharaan Lingkungan, Gowa Raih Enam Penghargaan Proklim dari Kementerian LHK

# Desa Kanreapia Raih Kategori Tertinggi Proklim Lestari

GOWA, NEWSURBAN.ID — Komitmen pemeliharaan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Gowa meraih enam penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Keenam penghargaan itu yakni Piagam Pembinaan Proklim kepada Pemkab Gowa tingkat kabupaten/kota di Indonesia. Penghargaan Kampung Iklim Lestari kepada Dusun Bontolebang Desa Kanreapia Kecamatan Tombolopao. Dan empat penghargaan Sertifikat ProKlim Utama masing-masing RT. 06 Kelurahan Pandang-pandang, Dusun Bahoturungan Desa Mamampang, Dusun Bolaromang Desa Bolaromang dan Dusun Buki Desa Tonasa Kec. Tombolopao.

Atas capaian tersebut, Wakil Bupati Gowa, Abd. Rauf Malaganni mengaku sangat bersyukur. Menurutnya Pemkab Gowa selalu bersikap komitmen pemeliharaan lingkungan. Salah satunya mengeluarkan edaran di mana setiap kecamatan wajib memiliki minimal satu lokasi Program Kampung Iklim (Proklim).

Baca Juga: Anugerah Humas Indonesia 2022, Bupati Gowa Jadi Pemimpin Terpopuler di Media Digital

“Alhamdulillah tentu kita sangat bersyukur dan berterimakasih karena Pemkab Gowa berhasil menerima penghargaan. Sebagai pemerintah kabupaten yang melakukan pembinaan Proklim dari 34 kabupaten di Indonesia,” ungkapnya usai menerima penghargaan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jum’at (28/10).

Tak hanya itu ia juga berterimakasih kepada masyarakat khususnya di lima lokasi di Gowa yang menerima penghargaan ini. Pasalnya berkat usaha, kebersamaan dan kerja keras masyarakat tersebut mampu mengharumkan nama Kabupaten Gowa di tingkat nasional.

“Semoga ini bisa di pertahankan bahkan di tingkatkan di tahun-tahun mendatang,” harap Abd. Rauf yang menerima penghargaan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis.

Baca Juga: Kamsina Harap Kehadiran IKA Unhas Gowa Bantu Pembangunan Daerah

Sementara Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Andi Hernawati mengatakan Proklim ini merupakan sebuah pengakuan. Dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah maupun kepada masyarakat karena telah melakukan adaptasi dan mitigasi lingkungan hidup.

“Kategori Proklim ini merupakan upaya yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. Untuk melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap lingkungan hidup. Alhamdulillah selain masyarakat, Pemkab Gowa juga meraih penghargaan sebagai pembina Proklim dari KLHK,” ungkapnya.

Hernawati menjelaskan, Kampung Iklim sendiri memiliki beberapa kategori yaitu Proklim Pratama, Proklim Madya, Proklim Utama dan Proklim Lestari. Di mana Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao di tahun 2020 telah berhasil meraih Proklim Utama. Dan Tahun 2022 ini berhasil meraih Proklim Lestari yang merupakan kategori tertinggi pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Gowa Beri Penghargaan Pemuda Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional

“Kita meraih penghargaan tertinggi Proklim Lestari karena di anggap berhasil mengadaptasi dan mitigasi lingkungan hidup. Seperti rumah penanganan masalah air. Yaitu membuat pengairan di sawah, menanam pohon, kemudian memanfaatkan untuk kehidupan masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.

Sementara Jamaluddin Dg. Abu sebagai Lokal Champion KBA Kanreapia yang perwakilan desa Kanreapia, bercerita bahwa desanya memiliki potensi alam yang sangat luar biasa. Yakni sektor pertanian hortikultura, dari potensi tersebut membuatnya sebagai pemuda desa terpanggil. Untuk berkontribusi dalam kemajuan desa dan pertanian.

“Penghargaan Proklim Lestari ini kami persembahkan kepada seluruh masyarakat desa Kanreapia dan Tombolo Pao, pemuda-pemuda desa dan pemuda tani. Di mana capaian ini merupakan kerja keras kita semua dalam menerapkan aksi adaptasi dan mitigasi. Baik menjaga mata air, melakukan penghijauan, memanen air hujan dengan membuat embung. Menerapkan pertanian organik dan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Dorong UMKM Gowa Terdaftar Dalam Aplikasi Data KUMKM

Jamal menyebut dalam mewujudkan Proklim di desa Kanreapia, dia tidak bekerja sendiri. Tetapi di dukung oleh masyarakat, pemuda desa, relawan dan swasta. Seperti PT Astra International TBK. Sehingga melahirkan empat Pilar kegiatan inti, yaitu Pilar Pendidikan, Pilar Kesehatan, Pilar Lingkungan dan Pilar Kewirausahaan.

“Hal inilah menjadi faktor yang mampu membawa kampung kami memiliki banyak kegiatan yang mampu menggerakkan masyarakat dalam aksi adaptasi. Dan mitigasi perubahan iklim di desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan,” sebut Jamal. (NH/AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button