
MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) berencana menambah dua paket pembangunan infrastruktur irigasi melalui program Multi Years Project (MYP) tahap kedua pada 2027. Pengembangan ini difokuskan pada sistem irigasi perpipaan untuk memperluas akses air ke lahan pertanian yang belum terlayani secara optimal.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Sulsel, Misnayanti, mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap pengkajian, terutama untuk memastikan kelayakan lokasi dan ketersediaan sumber air.
“Berdasarkan penyampaian pimpinan sebelumnya, memang ada rencana untuk melanjutkan pekerjaan melalui program Multi Years tahap kedua. Rencananya akan ada dua paket lagi, dengan fokus pada irigasi perpipaan,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Misnayanti menjelaskan, hasil survei awal menunjukkan sejumlah lokasi yang diusulkan belum memenuhi kriteria teknis. Salah satu kendala yang perlu dipastikan ialah ketersediaan sumber air yang memadai untuk mendukung operasional irigasi.
Karena itu, tim telah dibentuk untuk mengkaji kembali lokasi-lokasi potensial sebelum ditetapkan sebagai bagian dari program MYP tahap kedua.
Selain memperluas jangkauan layanan air, kelanjutan program tersebut diharapkan dapat menuntaskan pembangunan irigasi yang saat ini masih berjalan. Berdasarkan perencanaan dan perhitungan anggaran, alokasi yang tersedia belum mencukupi untuk menyelesaikan seluruh 39 daerah irigasi yang ditangani secara menyeluruh.
“Kami berharap daerah irigasi yang belum rampung dapat dilanjutkan dan diselesaikan pada 2027,” katanya.
Menurut Misnayanti, pengembangan irigasi perpipaan tahap kedua direncanakan menyasar lokasi di luar daerah irigasi yang saat ini ditangani melalui empat paket MYP. Pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan irigasi di tingkat kabupaten, khususnya wilayah yang belum mendapatkan layanan air secara optimal.
Pembagian kewenangan pengelolaan irigasi telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2015. Meski demikian, pengembangan sistem perpipaan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjawab kebutuhan air pertanian, termasuk di lahan yang belum terjangkau jaringan irigasi permukaan.
Misnayanti menyebut masih banyak lahan pertanian di Sulsel yang bergantung pada curah hujan. Kondisi tersebut membuat aktivitas pertanian rentan terhadap perubahan musim dan ketidakpastian ketersediaan air.
Melalui sistem perpipaan, distribusi air diharapkan dapat menjangkau lahan-lahan yang selama ini belum memperoleh layanan irigasi secara memadai. Dengan begitu, ketersediaan air untuk mendukung produksi pertanian diharapkan semakin terjaga.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan pengembangan irigasi perpipaan menjadi salah satu pilihan untuk menyesuaikan distribusi air dengan kondisi geografis Sulsel yang beragam, mulai dari pegunungan, lembah, hingga dataran.
“Ya, kita rencana mau mengembangkan irigasi perpipaan, karena kontur daerah kita ada gunung, ada lembah, ada gunung lagi, ada dataran. Sehingga, kalau perpipaan untuk memindahkan air ke tempat yang agak strategis, baru mungkin irigasi gravitasi,” jelasnya.
Andi Sudirman menjelaskan, rencana tersebut masih dalam tahap penyusunan Basis of Design (BOD) atau dasar perencanaan teknis. Pemerintah akan mengkaji sejumlah titik sebagai lokasi percontohan sebelum menentukan pengembangan lebih lanjut.
Ia juga membuka peluang agar perencanaan infrastruktur tersebut terintegrasi dengan penanganan banjir, sehingga pemanfaatannya tidak hanya berfokus pada kebutuhan irigasi pertanian.
“Harapan kita ini baru dalam BOD, Basis of Design, mungkin sampling beberapa titik dulu. Paling tidak nanti titik itu, selain penanggulangan untuk banjir, sekaligus untuk sistem irigasi nantinya,” ujarnya.
Ia menyebut konsep tersebut sebagai internal irrigation system atau sistem irigasi tertutup. Sistem ini memanfaatkan jaringan perpipaan untuk menyalurkan air, berbeda dengan sistem terbuka yang mengandalkan saluran irigasi konvensional.
Meski demikian, rencana penambahan dua paket irigasi perpipaan pada 2027 masih bergantung pada hasil kajian teknis, kelayakan lokasi, ketersediaan sumber air, serta kemampuan anggaran daerah.
Jika terealisasi, pembangunan tersebut diharapkan dapat melengkapi program irigasi yang sedang berjalan sekaligus memperluas akses air bagi lahan pertanian di Sulsel guna mendukung optimalisasi produksi pertanian. (*)









