EkonomiNewsSulteng

Di Era Hadianto Rasyid, Kemiskinan Palu Turun Jadi 4,75%, Terendah se-Sulawesi Tengah

PALU, NEWSURBAN.ID – Di bawah kepemimpinan Walikota Palu Hadianto Rasyid, Kota Palu berhasil menorehkan capaian terbaik dalam sejarah penanggulangan kemiskinan.

Kota Palu kini resmi menjadi daerah dengan persentase kemiskinan terendah se-Provinsi Sulawesi Tengah.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Kota Palu Ahmad Rijal Arma, pada Kamis (05/11/2026), berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret Tahun 2026.

Capaian Utama Kemiskinan

Berdasarkan hasil penghitungan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Konsumsi dan Pengeluaran (KP) Maret 2026, kinerja penanggulangan kemiskinan di Kota Palu menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan positif.

Persentase Penduduk Miskin (P0) turun dari 5,26% pada tahun 2025 menjadi 4,75% pada tahun 2026.

Capaian ini menempatkan Kota Palu pada peringkat pertama wilayah dengan persentase kemiskinan terendah se-Provinsi Sulawesi Tengah, jauh berada di bawah rata-rata provinsi yang berada di angka 10,46% dan nasional sebesar 8,07%.

Artinya, dari setiap 100 penduduk Kota Palu, kini hanya kurang dari 5 orang yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Sebuah angka yang dulu terasa jauh, kini menjadi kenyataan.

Penurunan Konsisten Selama Enam Tahun

Penurunan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Sejak tahun 2021, angka kemiskinan Kota Palu tidak pernah naik, selalu turun setiap tahun:

  • 2021: 7,17%
  • 2022: 6,63%
  • 2023: 6,56%
  • 2024: 5,94%
  • 2025: 5,26%
  • 2026: 4,75%

Dalam kurun waktu enam tahun, angka kemiskinan berhasil ditekan sebesar 2,42 poin persentase, atau turun sekitar 33,75% secara relatif.

1.880 Jiwa Berhasil Keluar dari Kemiskinan

Capaian ini juga tercermin dari jumlah penduduk miskin yang semakin berkurang.

Jumlah Penduduk Miskin berkurang sebanyak 1,88 ribu jiwa, dari 21,99 ribu jiwa pada tahun 2025 menjadi 20,11 ribu jiwa pada tahun 2026.

Sebanyak 1.880 warga Kota Palu berhasil keluar dari garis kemiskinan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Mereka kini memiliki peluang yang lebih baik untuk mengakses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan yang lebih layak.

Bukan Sekadar Angka

Kepala Bappeda Kota Palu Dr. Ahmad Rijal Arma menegaskan, penurunan ini adalah buah dari pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari harapan dan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Penurunan kemiskinan menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat terus menunjukkan hasil,” ujar Ahmad Rijal Arma.

Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari berbagai program dan kebijakan Pemerintah Kota Palu di bawah kepemimpinan Walikota H. Hadianto Rasyid, SE, yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, serta perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.

Kota Palu Bergerak Maju

Dengan capaian ini, Kota Palu semakin menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya bangkit pasca bencana, tetapi juga bergerak maju menjadi kota yang sejahtera, maju, dan berdaya saing.

Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk terus menekan angka kemiskinan hingga ke titik terendah, agar tidak ada lagi warga Palu yang tertinggal dari pembangunan.

Kota Palu Bergerak Maju, Kesejahteraan Masyarakat Menjadi Tujuan Utama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button