NewsOlahragaSulsel

Jelang Pembukaan Porprov XVIII Sulsel 2026, Bone Matangkan Persiapan dan Antisipasi Puluhan Ribu Pengunjung

NEWSURBAN.ID, BONE – Panitia pelaksana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pembukaan ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut di Kabupaten Bone.

Selain memastikan kesiapan lokasi dan pelaksanaan kegiatan, panitia juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan pengunjung yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.

Pembukaan Porprov XVIII Sulsel 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 13.00 WITA, di Stadion Lapatau Matannatikka, Jalan Reformasi, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

Di tengah persiapan tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone menegaskan bahwa posisi daerahnya dalam penyelenggaraan Porprov XVIII Sulsel 2026 bukan sekadar sebagai daerah pendukung Kabupaten Wajo.

Bone memiliki kedudukan dan hak yang sama sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Penegasan itu disampaikan Ketua KONI Bone, Asiswa Karim, dalam konferensi pers terkait pelaksanaan Porprov XVIII Sulsel 2026 di Sekretariat KONI Bone, Kompleks Stadion Lapatau Matanna Tikka, Watampone, Kamis (5/11/2026).

Konferensi pers tersebut dipandu Koordinator Kehumasan Porprov 2026, Barham, selaku moderator.

Dalam kesempatan itu, Asiswa menegaskan bahwa keterlibatan Bone dalam penyelenggaraan Porprov 2026 harus ditempatkan secara proporsional.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan Porprov sebelumnya di Sinjai, Kabupaten Wajo memang ditetapkan sebagai tuan rumah tunggal. Namun, dalam perkembangannya, skema penyelenggaraan mengalami perubahan dengan melibatkan Kabupaten Bone.

Meski demikian, Asiswa menolak jika posisi Bone hanya dianggap sebagai daerah yang membantu Wajo. Menurutnya, Bone memiliki legitimasi dan hak yang sama dalam penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.

“Saya tidak sependapat jika dikatakan Bone hanya membantu Wajo. Bone memiliki hak yang sama sebagai tuan rumah. Karena itu, mari kita tempatkan posisi ini secara proporsional,” tegasnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Porprov setiap empat tahun merupakan amanah regulasi keolahragaan. Bone yang sebelumnya juga pernah menjadi tuan rumah kini kembali mengambil bagian dalam tanggung jawab bersama untuk menyukseskan agenda olahraga Sulawesi Selatan.

Dari sisi teknis pertandingan, Kabupaten Bone akan menjadi lokasi penyelenggaraan 24 dari total 45 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Sementara itu, kontingen Bone juga tidak mengikuti lima cabang olahraga.

Asiswa turut meluruskan pemahaman terkait penghitungan jumlah cabang olahraga. Menurutnya, kategori putra dan putri dalam satu cabang olahraga tetap dihitung sebagai satu cabor.

“Jangan sampai terjadi kesalahpahaman dalam membaca jumlah cabang olahraga. Sepak bola putra dan putri, misalnya, tetap dihitung satu cabang olahraga, demikian pula beberapa cabor lainnya,” kata Asiswa Karim.

Untuk menghadapi kompetisi tersebut, Kabupaten Bone menyiapkan 762 atlet. Sebanyak 508 atlet akan bertanding di Bone, sedangkan sisanya akan berlaga di Kabupaten Wajo.

Secara keseluruhan, kontingen Bone berkekuatan 1.148 orang, termasuk atlet dan unsur pendukung lainnya.

Tak hanya berambisi menyukseskan penyelenggaraan, KONI Bone juga memasang target prestasi cukup tinggi. Berdasarkan hasil pembahasan bersama seluruh cabang olahraga, kontingen Bumi Arung Palakka membidik 245 medali pada Porprov XVIII Sulsel 2026.

“Target medali ini merupakan hasil pembahasan bersama seluruh cabang olahraga. Tentu kami berharap target tersebut dapat tercapai sehingga kontingen Bone mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah,” tambahnya.

KONI Bone berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat berjalan maksimal. Kesiapan atlet dan pelatih, koordinasi antarpengurus cabang olahraga, serta dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mencapai target tersebut.

Bagi Bone, Porprov XVIII Sulsel 2026 bukan sekadar momentum menjadi tuan rumah. Lebih dari itu, ajang ini menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan daerah dalam menyelenggarakan kompetisi olahraga sekaligus menunjukkan kekuatan atlet-atlet Bone di panggung olahraga Sulawesi Selatan.(Farhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button