
GOWA, NEWSURBAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Gowa terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan anak melalui program imunisasi Zero Dose.
Hal inipun dilakukan dengan menyasar anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar. Kali ini kegiatan tersebut digelar di Posyandu Bunga Masamba, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Sabtu (18/4).
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Sekaligus meluruskan informasi keliru yang berkembang di masyarakat terkait keamanan imunisasi.
Menurutnya, berbagai isu yang menyebutkan imunisasi berbahaya tidak memiliki dasar yang benar. Justru sebaliknya, imunisasi membantu membentuk kekebalan tubuh anak sehingga tidak mudah terserang penyakit.
“Saya turun langsung untuk memastikan target imunisasi anak dapat terpenuhi. Jangan mudah percaya informasi yang tidak benar. Imunisasi sangat penting agar anak-anak kita memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan terhindar dari penyakit atau virus,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa imunisasi menjadi kebutuhan penting bagi anak, tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan administrasi kependudukan hingga pendidikan di masa depan.
Untuk itu, Pemkab Gowa terus mendorong partisipasi masyarakat agar membawa anak ke Posyandu atau Puskesmas terdekat guna mendapatkan imunisasi lengkap.
Selain itu, Darmawangsyah meminta seluruh jajaran pemerintah kecamatan hingga desa dan kelurahan aktif melakukan pendataan anak yang belum pernah diimunisasi, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Kami ingin tidak ada lagi anak di Kabupaten Gowa yang lahir tanpa imunisasi. Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk saling mengingatkan dan menyampaikan informasi yang benar tentang imunisasi,” tegasnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah mengungkapkan, hingga saat ini masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar. Hal ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi TP PKK dan pemerintah daerah.
“Imunisasi merupakan proses berkelanjutan yang harus dilakukan secara bertahap sejak bayi hingga anak memasuki usia sekolah, sesuai jadwal yang telah ditetapkan tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Di Kecamatan Tombolo, TP PKK bersama kader Posyandu aktif melakukan pendataan anak yang belum diimunisasi. Dari data awal, tercatat sebanyak 128 anak masuk kategori sasaran, namun sebagian besar telah berhasil mendapatkan imunisasi.
Secara data awal, di wilayah Tombolo masih ada 128 anak yang belum diimunisasi, tapi setelah melakukan pengecekan langsung terdapat bahwa 90 anak sudah imunisasi menjalani lengkap sehingga masih ada 38 anak lagi uang yang perlu dilengkapi pemberian imunisasinya.
“Sehingga jika memungkinkan kami dan Kader Posyandu yang turun langsung untuk mendatangi rumah orang tua anak yang belum sama sekali di imunisasi. Hal itu untuk memastikan jika belum atau sudah berpindah tempat tinggal sehingga dapat kami laporkan ke pusat,” ujarnya.
Program imunisasi Zero Dose menjadi salah satu strategi penting Pemkab Gowa dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan hak perlindungan kesehatan sejak dini.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan imunisasi, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan terlindungi dari penyakit menular. (fz/*)









