BisnisEkonomiNasionalNews

OJK Catat Penyaluran Kredit Rp53,15 Triliun ke 2,1 Juta Debitur

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mencatat penyaluran kredit sebesar Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur selama periode Agustus hingga Oktober 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pembiayaan produktif dan meningkatkan pemerataan akses keuangan masyarakat di berbagai daerah.

Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional TPAKD 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Presiden Prabowo Subianto yang menghadiri kegiatan itu mengapresiasi kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan dalam memperluas akses pembiayaan masyarakat.

Menurut Prabowo, keberhasilan program ekonomi perlu diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama peningkatan pendapatan riil dan daya beli keluarga. Pemerintah pun berkomitmen memperluas berbagai program pembiayaan agar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, saat ini terdapat 552 TPAKD di seluruh Indonesia, terdiri atas tim di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Keberadaan tim tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan sektor jasa keuangan dalam menyediakan akses keuangan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sejumlah program telah menunjukkan hasil. Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) telah menyalurkan Rp64,85 triliun kepada 2,28 juta debitur. Adapun Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas mencatat penyaluran Rp5,41 triliun kepada lebih dari 103 ribu debitur.

Pada sektor pendidikan, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) telah mencapai 59,36 juta rekening atau setara 88,83 persen dari segmen pelajar Indonesia. Sementara itu, program Laku Pandai menjangkau 72.982 desa dan membawa sekitar 17 juta masyarakat masuk ke sistem keuangan formal.

OJK juga melaksanakan 135 program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di tingkat desa hingga 2026. Program tersebut menghasilkan pembukaan lebih dari 174 ribu rekening tabungan, pembentukan 455 agen Laku Pandai, serta penyaluran kredit atau pembiayaan kepada lebih dari 18 ribu debitur.

Ke depan, TPAKD didorong memperkuat akses pembiayaan bagi petani, peternak, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha lokal. Langkah ini diharapkan mendukung produktivitas, memperluas kesempatan usaha, serta menciptakan lapangan kerja di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button